BP Batam Wajibkan Data Center Olah Air Laut untuk Penuhi Kebutuhan Operasional Sendiri

BP Batam Wajibkan Data Center Olah Air Laut untuk Penuhi Kebutuhan Operasional Sendiri

Terkini | idxchannel | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 14:44
share

IDXChannel—Badan Pengusahaan (BP) Batam mewajibkan pengembang pusat data atau data center untuk membangun instalasi pengolahan air laut menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan operasional secara mandiri.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pengembangan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah diarahkan menggunakan sistem pengelolaan air mandiri berbasis SWRO.

“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO),” ujar Ariastuty dalam rilis resmi BP Batam.

Selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, BP Batam masih memberikan dukungan pasokan air dari Waduk Duriangkang secara terbatas dan sementara. Namun, setelah beroperasi penuh, pengembang wajib memiliki instalasi desalinasi air laut sendiri.

Ariastuty menjelaskan, sebagian proyek data center di Batam masih berada dalam tahap perencanaan dan konstruksi awal. Dari proyek yang terdata, satu telah beroperasi, satu dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya masih dalam rencana konstruksi. Sejumlah proyek lain di Nongsa dan Kabil juga belum beroperasi.

Nongsa Digital Park sendiri telah memiliki embung mandiri untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan kawasan. Penggunaan sumber air alternatif tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan industri tanpa mengabaikan pasokan air bagi masyarakat.

Kebijakan tersebut disampaikan di tengah gangguan pasokan air di wilayah Nongsa akibat penurunan muka air Waduk Nongsa, yang dipengaruhi minimnya curah hujan saat fenomena El Niño. 

BP Batam saat ini mengalirkan air dari Embung Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa dan memperkuat jaringan distribusi. BP Batam juga mempercepat pemasangan mini booster pump untuk memperkuat aliran air ke sejumlah permukiman serta meningkatkan pengiriman air menggunakan mobil tangki bagi warga terdampak.


(Kidung Dhia)

Topik Menarik