Alasan Israel Tolak Masuk Pesawat Maskapai Ethiopia Dipiloti Warga Indonesia

Alasan Israel Tolak Masuk Pesawat Maskapai Ethiopia Dipiloti Warga Indonesia

Terkini | inews | Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:45
share

TEL AVIV, iNews.id - Israel melarang pesawat kargo Ethiopian Airlines memasuki wilayah udaranya karena pilot pesawat tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI). Larangan itu diberlakukan saat pesawat yang terbang dari Addis Ababa, Ethiopia, hendak mendarat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, pada Minggu (11/10/2026).

Keputusan Israel tersebut berkaitan dengan pengetatan aturan keamanan penerbangan setelah insiden yang melibatkan pilot maskapai Flydubai asal Oman. Kurang dari dua pekan sebelumnya, pilot tersebut dilaporkan berupaya menabrakkan pesawatnya di wilayah Israel.

Setelah insiden itu, Israel memperketat pemeriksaan terhadap maskapai asing dan melarang pesawat yang diawaki kru berkewarganegaraan negara-negara yang dianggap musuh Israel untuk memasuki wilayahnya.

Stasiun televisi Israel, Channel 13, melaporkan daftar kru Ethiopian Airlines baru diserahkan kepada otoritas Israel setelah pesawat lepas landas. Keberadaan pilot asal Indonesia dalam daftar tersebut membuat pesawat itu tidak diizinkan melanjutkan penerbangan menuju Tel Aviv.

Pesawat kargo tersebut akhirnya terpaksa kembali ke Addis Ababa setelah membuang bahan bakar ke laut. Penerbangan menuju Israel kemudian dilanjutkan menggunakan pilot yang telah mendapat persetujuan dari pihak Israel.

Pengetatan Aturan setelah Insiden Flydubai

Kementerian Perhubungan Israel memperketat aturan bagi maskapai asing yang melayani penerbangan ke negara tersebut setelah insiden Flydubai. Kebijakan itu melarang kru kabin, termasuk pilot dan pramugari, yang berkewarganegaraan negara-negara tanpa hubungan diplomatik formal dengan Israel untuk mengoperasikan penerbangan menuju Israel.

Langkah tersebut diambil setelah badan keamanan Israel kembali memperingatkan Kementerian Perhubungan mengenai risiko keamanan penerbangan.

Sebelum pengetatan aturan itu, pilot dan kru kabin dari sejumlah negara yang dianggap sebagai musuh Israel, termasuk Iran, Irak, Lebanon, dan Pakistan, masih dapat melakukan penerbangan ke Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, insiden Flydubai mendorong otoritas Israel meninjau kembali kebijakan tersebut. Pemeriksaan terhadap kewarganegaraan kru kini menjadi bagian penting dalam prosedur keamanan penerbangan maskapai asing yang hendak memasuki wilayah Israel.

Indonesia Tidak Memiliki Hubungan Diplomatik dengan Israel

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Posisi tersebut sejalan dengan sikap Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Dalam kasus Ethiopian Airlines, kewarganegaraan pilot Indonesia menjadi alasan yang disebut dalam laporan mengenai penolakan penerbangan tersebut. Kebijakan Israel itu berkaitan dengan pembatasan terhadap kru dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel.

Insiden ini menunjukkan dampak pengetatan aturan keamanan Israel terhadap operasional maskapai internasional. Maskapai yang melayani penerbangan ke negara tersebut harus memastikan daftar kru memenuhi ketentuan yang diberlakukan otoritas Israel sebelum keberangkatan.

Keterlambatan penyerahan daftar kru dalam kasus Ethiopian Airlines juga berujung pada perubahan operasional penerbangan, mulai dari keputusan kembali ke Addis Ababa hingga penggantian pilot sebelum pesawat melanjutkan perjalanan menuju Tel Aviv.

Topik Menarik