Kilang Minyak Diserang Iran-Houthi, Arab Saudi Tetap Pasok Energi Tanpa Putus

Kilang Minyak Diserang Iran-Houthi, Arab Saudi Tetap Pasok Energi Tanpa Putus

Terkini | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02
share

RIYADH, iNews.id - Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memastikan negaranya tetap berkomitmen memenuhi pasokan energi secara global apa pun situasinya. Pasokan energi dari Saudi tak akan terputus dalam segala kondisi, termasuk serangan dari kelompok Houthi Yaman dan Iran.

"(Arab Saudi) seperti burung phoenix. Kami bangkit dari abu setiap saat, berulang kali, dan tidak ada yang dapat mematahkan tekad kami," ujarnya, dalam pidato saat pembukaan Pertemuan Menteri Forum Energi Internasional ke-17 (IEF17), seperti dikutip dari Anadolu, Senin (12/10/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ketegangan berkelanjutan di kawasan serta gangguan terhadap pasar energi sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari. Konflik meluas dengan serangan kelompok Houthi Yaman ke Arab Saudi sejak beberapa pekan terakhir.

Dalam pidato pembukaan, Pangeran Abdulaziz mengatakan Saudi telah menunjukkan kemampuannya untuk memastikan kelancaran pasokan energi, terus berinvestasi, dan selalu siap menghadapi berbagai keadaan dan tantangan.

Dia menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk menghormati janjinya.

"Semua orang sekarang mengakui bahwa Kerajaan mampu berdiri teguh dan menghadapi tantangan. Tidak seorang pun bisa melemahkan tekad atau menghalangi kami untuk mencapai kemajuan dan memenuhi komitmen, apa pun keadaannya," ujarnya.

"Oleh karena itu, saya senang berbagi kepada Anda bahwa negara ini, dan Kota Riyadh ini, adalah ibu kota keamanan energi," ujarnya, menegaskan.

Pipa Timur-Barat, lanjut Abdulaziz, mencerminkan pandangan jauh Saudi dalam memperkuat ketahanan sistem energi. Pipa itu sebagai jalur alternatif mengangkut pasokan ke pasar global melalui Yanbu di pantai Laut Merah.

Pangeran Abdulaziz pada 6 Oktober lalu mengatakan, negaranya memompa 5,8 juta barel minyak per hari melalui Pipa Timur-Barat.

Itu menandai pengumuman resmi pertama Arab Saudi tentang tingkat operasional pipa tersebut setelah sempat ditutup sementara menyusul serangan beberapa pekan sebelumnya.

Topik Menarik