Beda Jauh! Harga Benih Lobster di RI Cuma Rp8.500, di Vietnam Tembus Rp35.000 per Ekor
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan selisih harga benih bening lobster (BBL) Indonesia dengan Vietnam terpaut jauh. Hal ini menunjukkan besarnya nilai ekonomi benih lobster Indonesia di pasar luar negeri.
Menurutnya, harga BBL asal Indonesia di Vietnam bisa mencapai Rp35.000 per ekor. Angka itu lebih tinggi dibandingkan harga di tingkat nelayan Indonesia yang berkisar Rp8.500.
“Jadi kalau kalau di tingkat nelayan itu harganya kira-kira sekitar Rp8.500 per ekor, sementara di Vietnam itu kalau lagi rame sekali itu Rp35.000 kalau dirupiahkan,” jelas Trenggono dalam Kick-Off Satgas P2BBL yang digelar pada Senin (12/10/2026).
Dia memperkirakan harga benih lobster bisa mencapai Rp35.000 hingga Rp50.000 per ekor jika pengawasan diperketat. Bahkan, harga berpotensi menyentuh Rp100.000 per ekor apabila penyelundupan dapat dihentikan sepenuhnya.
“Tapi kalau ini nanti dikencengin mestinya di atas, jadi antara Rp35.000 sampai Rp50.000. Tapi kalau ini dikencengin, kosong (penyelundupan), bisa jadi sampai Rp100.000 per ekornya,” paparnya.
Trenggono menjelaskan, tingginya permintaan benih lobster dari Indonesia tidak terlepas dari besarnya industri budidaya lobster di Vietnam. Negara tersebut memiliki banyak pembudidaya yang sangat bergantung pada pasokan benih dari Indonesia.
“Jumlah pembudidaya di Vietnam sangat besar. Saya keliling di wilayah-wilayah budidaya di teluk-teluk di Vietnam, dan memang pembudidayaannya begitu sangat besar dan sangat tergantung sekali. Apabila itu dihentikan, nganggur semua itu,” katanya.
Karena itu, Trenggono berharap pemerintah Vietnam turut mengambil langkah untuk menghentikan penyelundupan BBL. Dia juga mendorong kerja sama kedua negara agar perdagangan benih lobster dapat dilakukan melalui jalur legal.
“Kita harapkan agar pemerintah Vietnam tidak lagi juga membiarkan ilegal BBL ini penyelundupan ini berjalan terus. Kita berharap bisa bekerja sama dengan serius untuk kemudian setidaknya secara legal bisa dilakukan,” ucapnya.
Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi benih lobster hampir 500 juta ekor setiap tahun. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan nasional.
“Jadi bayangkan saja kalau 500 juta, kalau kali 2 dolar AS saja sebetulnya sudah 1 miliar dolar AS yang harta kita hilang begitu saja. Kalau ini bisa menjadi pemasukan negara enggak usah banyak, 30 persen saja, ini sudah cukup lumayan, luar biasa,” tuturnya.









