Satpol PP Dipukuli Helm di Bulungan Jaksel, Pramono Minta Pelaku Diproses Hukum
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pelaku pemukulan anggota Satpol PP saat bentrok dengan pekerja proyek di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan (Jaksel) harus diproses hukum. Dia menegaskan proses hukum harus tetap dilakukan meski manajemen proyek telah mendatangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meminta maaf dan mengusulkan penyelesaian secara kekeluargaan.
"Karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi. Saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan," ujar Pramono di kawasan Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).
Menurut Pramono, bentrokan tersebut menyebabkan seorang petugas Satpol PP mengalami luka-luka hingga harus mendapatkan penanganan medis. Petugas itu diduga dipukul dan dihantam menggunakan helm hingga mengalami luka yang membutuhkan enam jahitan.
"Satpol PP yang kemudian dipukuli dihantam pakai helm, dan Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima 6 jahitan," lanjut Pramono.
Dia menegaskan, kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan. Aturan tetap ditegakkan tanpa memandang pihak yang terlibat.
"Kita enggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapapun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main," tutur dia.
Pramono menjelaskan bentrokan tersebut bukan dipicu penertiban pedagang nasi yang biasa berjualan untuk pekerja proyek. Menurutnya, insiden bermula dari operasi penertiban yang dilakukan petugas Dishub.
"Mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang atau pun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub sehingga tidak ada kaitannya dengan itu," tegas Pramono.
Menurut dia, petugas awalnya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan. Penertiban dilakukan terhadap pihak-pihak yang menggunakan lahan tidak sesuai peruntukannya hingga mengganggu ketertiban masyarakat.
Operasi kemudian berlanjut ke area Kolam Renang Bulungan. Di lokasi tersebut, petugas melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir sembarangan.
Pramono menyebut situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga terjadi bentrokan. Petugas Dishub sempat mundur untuk menghindari keributan, tetapi sejumlah orang disebut masih mengejar dan melakukan kekerasan terhadap petugas, termasuk anggota Satpol PP yang dipukul menggunakan helm hingga luka-luka.








