BNPB Catat Karhutla Baru di 3 Provinsi, Luas Lahan Terbakar Capai 37,5 Hektare

BNPB Catat Karhutla Baru di 3 Provinsi, Luas Lahan Terbakar Capai 37,5 Hektare

Terkini | inews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:28
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) baru di tiga provinsi, yakni Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah. Total luas lahan yang terbakar di ketiga wilayah tersebut diperkirakan mencapai 37,5 hektare.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 07.00 WIB, karhutla terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung; Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan; dan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan karhutla di Kabupaten Bangka Tengah terjadi di Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, pada Kamis (1/10/2026) pukul 15.39 WIB.

“Informasi awal diterima Komandan Regu 2, dari warga yang melaporkan adanya kebakaran di sekitar kawasan Perbakin,” ungkap Berton dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/10/2026).

BPBD Kabupaten Bangka Tengah mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC), satu unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter, dan peralatan pemadaman. Penanganan dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran, Samapta Polres Bangka Tengah, relawan BPBD, dan masyarakat setempat.

“Meski menghadapi kendala angin kencang, api berhasil dipadamkan pada pukul 17.35 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Berdasarkan pembaruan informasi pada Jumat (2/10) pukul 17.50 WIB, personel TRC BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaporkan api telah berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Karhutla berikutnya terjadi di Kelurahan Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Kamis sekitar pukul 21.30 WITA. Kebakaran diperkirakan melanda lahan seluas 25 hektare. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Hingga Jumat (2/10/2026) pukul 04.00 WITA, api masih menyala di sejumlah titik. TRC BPBD Kabupaten Bantaeng bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan dan penanganan. BPBD juga telah melaksanakan asesmen awal dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mendukung upaya pengendalian kebakaran,” ujar Berton.

Sementara itu, karhutla di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, terjadi pada Jumat (2/10/2026) pukul 10.20 WIB. Kebakaran bermula dari lahan tebu di belakang rumah warga di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, sebelum meluas ke area sekitarnya.

“Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Purbalingga yang berada di sekitar lokasi segera melaporkan kejadian kepada BPBD dan Pos Pemadam Kebakaran Kabupaten Purbalingga. Kebakaran yang diperkirakan dipicu kondisi cuaca panas dan dedaunan kering tersebut menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan tebu,” kata Berton.

Tim gabungan yang terdiri atas TRC BPBD, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 12.30 WIB.

“Tidak terdapat korban jiwa maupun dampak langsung yang dirasakan masyarakat dalam kejadian ini.”

Menanggapi kejadian karhutla di sejumlah wilayah tersebut, BNPB mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

“BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada awal Oktober ini, mengingat masa transisi atau pancaroba sering diwarnai oleh cuaca ekstrem mendadak seperti hujan lebat bersuhu ekstrem dan angin kencang berdurasi singkat,” kata Berton.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk membersihkan got, selokan, dan talang air agar tidak tersumbat saat hujan lebat. Selain itu, dahan pohon yang sudah tua atau terlalu rimbun di sekitar rumah perlu dipangkas untuk mengurangi risiko tumbang saat angin kencang. Masyarakat juga diminta memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG.

Di sisi lain, BNPB menerima laporan banjir di Desa Hilimbowo, Kecamatan O’o’u, dan Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat (2/10/2026).

“Curah hujan tinggi menjadi pemicu kejadian tersebut. Sebanyak 75 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan sementara meliputi sekitar 60 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa,” ungkap Berton.

Banjir dilaporkan berangsur surut. BPBD Kabupaten Nias Selatan bersama pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait telah melakukan koordinasi serta kaji cepat. Penanganan lanjutan direncanakan melalui pembersihan material lumpur serta normalisasi sungai dan tembok penahan.

Topik Menarik