Menlu AS: Iran Keliru jika Beranggapan Hasil Pemilu Sela Akan Pengaruhi Perang

Menlu AS: Iran Keliru jika Beranggapan Hasil Pemilu Sela Akan Pengaruhi Perang

Terkini | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 06:19
share

TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menilai Iran keliru jika beranggapan hasil pemilu paruh waktu AS pada November mendatang akan memengaruhi kebijakan perang. 

Menurut Rubio, Iran mungkin memahami bahwa hasil pemilu sela, sekalipun Kongres dikuasai Partai Demokrat, bisa membatasi kemampuan Presiden Donald Trump untuk bertindak terhadap Iran.

"Menurut saya, Iran memiliki anggapan keliru bahwa Partai Demokrat akan menang pada November, dan presiden tidak akan lagi bisa mengambil tindakan terhadap mereka," kata Rubio, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (25/9/2026).

Rubio menilai, Iran tampaknya tidak memahami pembagian kekuasaan di AS. Meski Kongres memegang peran penting dalam membuat keputusan perang, presiden tetap memiliki wewenang luas terkait masalah keamanan nasional.

"Terkait keamanan nasional negara kita, serta penerapan sanksi maupun penggunaan kekuatan militer, presiden memiliki kekuasaan luar biasa," ujarnya, merujuk pada peran Trump sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata AS.

Dia melanjutkan, hasil pemilu tidak akan mengubah pendekatan Trump, seraya menggambarkan program nuklir Iran sebagai masalah keamanan nasional, bukan sekadar urusan politik dalam negeri.

"Baginya, masalah Iran bukan (sekadar) isu politik," ujarnya.

Rubio menilai, presiden-presiden AS dan sebagian besar negara telah sepakat selama hampir 5 dekade bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, namun berulang kali gagal mengambil tindakan yang sesuai.

Menurut dia, Trump siap untuk bertindak meski ada risiko atau harga mahal yang harus dibayar. Pasalnya, dampak jika gagal mencegah Iran memiliki senjata nuklir akan jauh lebih besar.

Sebelumnya Trump mengungkapkan keyakinan bahwa AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran setelah pemilu yang akan digelar pada 3 November.

"Saya yakin kita akan mencapai kesepakatan tepat setelah pemilu karena tidak masuk akal bagi mereka untuk tidak melakukannya," kata Trump, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada 22 September lalu.

Trump melanjutkan, para pemimpin Iran menunggu untuk melihat kinerja Partai Republik dalam pemilu, menang atau kalah.

Topik Menarik