BMKG Ungkap Teknik Baru Atasi Karhutla di Gambut, Apa Itu?

BMKG Ungkap Teknik Baru Atasi Karhutla di Gambut, Apa Itu?

Terkini | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 07:26
share

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap salah satu teknik yang dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah gambut. Salah satunya melalui pengeboran dangkal yang kemudian digunakan untuk memompa air ke area yang terbakar.

Faisal mengatakan teknik tersebut memungkinkan pemadaman dilakukan dengan jangkauan sekitar 200 meter dari titik pengeboran.

"Kalau sekarang memang yang kita perkuat nanti adalah satgas darat ya, yang bisa langsung menangani kebakaran hutan dan lahan itu di daerah yang terbakar. Jadi ada beberapa cara tadi ada banyak teknik yang dibahas, salah satunya adalah pengeboran dangkal, kemudian dipompa dengan pompa yang portabel untuk dapat memadamkan kira-kira dengan radius 200 meter dari titik bor tersebut," ujar Faisal usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Selain pengeboran dangkal, pemerintah juga membahas pelibatan masyarakat desa melalui kelompok masyarakat peduli api. Kelompok tersebut diharapkan dapat membantu memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran di sekitar permukiman.

"Kemudian juga pemanfaatan kekuatan atau masyarakat desa yang memiliki semacam eh masyarakat peduli api ya, untuk bisa memadamkan api dan juga mencegah di lokasi tempat tinggalnya," katanya.

Faisal menambahkan, upaya pencegahan juga dilakukan dengan menjaga kondisi permukaan lahan gambut agar tidak mudah terbakar. Menurutnya, permukaan gambut tidak boleh dibiarkan terbuka karena dapat meningkatkan penguapan.

"Jadi ada beberapa informasi dan salah satunya juga yang menarik tadi bahwa untuk permukaan gambut itu diupayakan untuk dapat eh ada penutupan ya dengan vegetasi, tidak dibiarkan terbuka karena akan terjadi penguapan yang menyebabkan gambut lebih mudah terbakar," ucapnya.

Menurut Faisal, salah satu kunci pencegahan karhutla di lahan gambut adalah menjaga ketinggian air. Pemerintah mengupayakan agar permukaan air gambut tidak turun terlalu dalam dari permukaan tanah.

"Intinya nanti adalah kita coba menjaga permukaan air gambut, tadi disebutkan tidak boleh turun lebih dalam dari 40 senti dari permukaan tanahnya gitu ya. Harapannya ketika dia lebih jenuh, lebih lembab, maka gambut ini tidak akan mudah terbakar," tuturnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, pengelolaan reservoir air di kawasan gambut juga menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan. Selain itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) dapat dilakukan apabila terdapat potensi awan hujan.

"Salah satunya caranya yaitu dengan menjaga ekosistem gambut dengan eh reservoir-reservoir air yang ada di bawahnya dan juga jika memungkinkan, ada awan hujan kita juga bisa melakukan operasi modifikasi cuaca. Saya kira demikian," pungkasnya.

Topik Menarik