Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani

Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani

Terkini | inews | Kamis, 17 September 2026 - 04:18
share

JAKARTA, iNews.id - Pendiri ByteDance Zhang Yiming menjadi orang terkaya di Asia untuk pertama kalinya, dengan menggeser taipan industri India Gautam Adani. Kekayaannya kini mencapai lebih dari 105 miliar dolar AS atau setara Rp1.857 triliun (kurs Rp17.689 per dolar AS)

Melansir Global Times, kenaikan kekayaan Zhang mencerminkan pesatnya perkembangan bisnis ByteDance, perusahaan induk TikTok, sekaligus semakin agresifnya perusahaan tersebut mengembangkan produk dan infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Indeks miliarder Bloomberg mencatat, kekayaan Zhang yang kini berusia 43 tahun meningkat sekitar delapan kali lipat dibandingkan perkiraan 13 miliar dolar AS pada Maret 2019.

Sementara itu, Adani berada di posisi kedua orang terkaya di Asia dengan kekayaan sekitar 104,8 miliar dolar AS atau setara Rp1.853 triliun.

Pendiri Reliance Industries, Mukesh Ambani berada di posisi ketiga orang terkaya di Asia, dan posisi keempat ditempati Tadashi Yanai, Chairman Fast Retailing asal Jepang, dan pendiri Nongfu Spring Zhong Shanshan berada di peringkat kelima.

Naiknya Zhang ke posisi teratas daftar orang terkaya Asia tidak hanya menunjukkan perubahan jumlah kekayaan pribadi, tetapi juga mencerminkan pergeseran struktur ekonomi dan sumber kekayaan di kawasan tersebut.

Dari lima orang terkaya Asia, Adani dan Ambani membangun kekayaan dari industri tradisional India. Sementara Yanai mengandalkan bisnis ritel pakaian dan Zhong Shanshan berasal dari industri barang konsumsi.

Zhang menjadi satu-satunya dari lima besar tersebut yang sumber kekayaan utamanya berasal dari platform internet dan AI.

Perubahan tersebut sejalan dengan tren global dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan valuasi aset yang berkaitan dengan AI telah mendorong kekayaan sejumlah pendiri perusahaan teknologi meningkat tajam, sementara taipan sektor energi, infrastruktur, dan ritel menghadapi tantangan pertumbuhan.

Kenaikan kekayaan Zhang menunjukkan bahwa keterlibatan perusahaan teknologi China dalam persaingan AI global mulai menghasilkan keuntungan finansial yang nyata. Hal tersebut terjadi meskipun ByteDance hingga kini belum tercatat di bursa saham.

Analis China menilai, kesuksesan Zhang tidak hanya berasal dari popularitas aplikasi media sosial milik ByteDance. Perusahaan itu dinilai mampu mengubah keunggulannya dalam distribusi konten, data, algoritma, dan basis pengguna menjadi kekuatan baru dalam mendistribusikan produk AI.

Pendapatan global ByteDance pada 2025 disebut mencapai sekitar 200 miliar dolar AS, naik 29 persen secara tahunan. Sementara laba bersih perusahaan meningkat 27 persen menjadi 42 miliar dolar AS.

Pada periode yang sama, pendapatan ByteDance dari pasar luar negeri melonjak hampir 50 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sekitar 20 persen di pasar domestik.

Di tengah tekanan politik yang terus berlangsung di Amerika Serikat (AS), TikTok juga tetap memiliki basis pengguna yang besar di negara tersebut. Sepanjang 2025, aplikasi itu tercatat memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS.

Selain TikTok, ByteDance kini memperluas bisnisnya ke sektor AI melalui sejumlah produk, termasuk chatbot AI Doubao dan generator video Seedance.

Topik Menarik