Warga di Jaksel Keluhkan Kekeringan, BPBD Kerahkan Mobil Tangki Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

Warga di Jaksel Keluhkan Kekeringan, BPBD Kerahkan Mobil Tangki Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

Terkini | inews | Rabu, 16 September 2026 - 02:01
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengerahkan armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan selama musim kemarau. Kepala Satgas BPBD Jaksel, Sukendar mengatakan, sejumlah aduan terkait kesulitan air bersih sempat viral di media sosial, salah satunya berasal dari kawasan Cilandak.

Warga di kawasan permukiman tersebut mengalami kekeringan karena masih mengandalkan air tanah. Menurut Sukendar, kedalaman sumur warga di lokasi itu rata-rata berada di bawah 20 meter dan telah dibuat sejak lama.

"Untuk wilayah itu sebenarnya warga yang mengadu. Kami sudah koordinasikan dan tangani. Secara teknis, kedalaman sumur warga di sana berkisar di bawah 20 meter dan pembuatannya sudah cukup lama," ujarnya, dikutip Rabu (16/9/2026).

Sukendar menjelaskan, penanganan krisis air bersih saat ini difokuskan di sejumlah titik, termasuk di Kelurahan Pondok Labu dan Cilandak Barat.

"Untuk armada kami siap membantu suplai air bersih, tentunya juga dengan koordinasi bersama unsur terkait seperti Sudin Gulkarmat dan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan," katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan bersama pihak kelurahan serta pengurus RT/RW, sejumlah langkah awal dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan sumur. Salah satunya dengan menyiapkan sarana pendukung untuk menarik air dari wilayah sekitar.

"Kalau di Pondok Labu itu pihak RW sudah membuat sumur satelit yang airnya selalu mengalir. Namun, memang di sana ada pembatasan pemakaian air, khususnya di lingkup rumah kos-kosan," katanya.

Sukendar mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melaporkan apabila mengalami kendala terkait ketersediaan air. Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT/RW atau kelurahan setempat untuk kemudian diteruskan kepada petugas agar mendapat penanganan.

Pemerintah setempat di sejumlah wilayah juga telah menyediakan sarana untuk menambah kedalaman sumur bor. Dalam hal ini, pemilik rumah hanya perlu menyediakan lokasi serta tempat penampungan air.

Sukendar juga meminta warga yang masih menggunakan air tanah beralih ke layanan air bersih perpipaan yang disediakan Pemerintah Provinsi Jakarta melalui PAM Jaya. Langkah tersebut sejalan dengan rencana menjadikan wilayah terkait sebagai Zona Bebas Air Tanah (ZOBAT).

Topik Menarik