Relawan Prabowo Sebut Bareskrim Sudah Proses Aduan terhadap Budi Arie terkait Percepatan Pemilu 2029
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan menyebut Ketua Umum Pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi akan segera dipanggil Bareskrim Polri terkait pernyataan menyangkut percepatan Pemilu 2029. Laporan itu mengenai dugaan tindak pidana penghasutan di muka umum dan upaya makar.
Kurniawan menambahkan, meski pelaporan terhadap Budi Arie bersifat pengaduan masyarakat (dumas), dia menyebut Bareskrim Polri langsung akan mengadakan gelar perkara.
"Kami sudah melaporkan walaupun pertama bersifat dumas, tapi mungkin dari Bareskrim begitu mempelajari apa yang sudah kami laporkan pada Minggu kemarin saya dipanggil bahwa Senin (pekan lalu) untuk gelar perkara dilanjutkan BAP (berita acara pemeriksaan), pelapor almarhum Bapak Doni, Selasa saya juga di BAP," ucap Kurniawan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Bisik-Bisik Percepatan Pemilu, Siapa Mengusik?' yang disiarkan di iNews, Selasa (15/9/2026).
"Terus Kamisnya dua saksi sudah di BAP, tinggal menunggu dua ahli, dan kemungkinan besar Saudara Budi Arie akan dipanggil setelah saksi ahli," tuturnya.
Kisah Siswa Yatim Piatu Papua Pegunungan Berhasil Jadi Paskibraka Nasional, Impian sejak SD
Sementara itu, kuasa hukum Budi Arie Setiadi, Imam Sofian menyampaikan bahwa kliennya telah menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) terkait dumas tersebut.
"Kami sebagai terlapor dalam hal ini Budi Arie telah memberikan keterangan pada Jumat kemarin," kata Imam.
Sebagai kuasa hukum, Imam menyebut apa yang disampaikan Budi Arie beberapa waktu lalu merupakan kalimat wacana politik yang disampaikan secara terbuka.
"Kami telah memberikan pendampingan atau analisa hukum, tentu kami memandang itu suatu kalimat wacana politik yang disampaikan secara terbuka," ujarnya.
Sebelumnya, Budi Arie menyampaikan analisis mengenai kemungkinan terjadinya akselerasi atau ‘percepatan sejarah’ dalam dinamika politik nasional sebelum 2029. Pernyataan itu disampaikan di samping Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Video itu dibagikan Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana melalui akun Instagram pribadinya @dennyindrayana99.
Dalam video tersebut, Budi Arie mengaku melihat adanya kemungkinan situasi politik nasional bergerak lebih cepat dibandingkan skenario pemilu lima tahunan. Dia pun mengajak para relawan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.
“Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. ‘Pak kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong Pemilu 2029, Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?” kata Budi Arie.
Terkait polemik tersebut, Budi Arie telah meminta maaf. Dia menilai pernyataan tersebut menimbulkan spekulasi dan salah tafsir.
Budi Arie menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @budiariesetiadi, yang dilihat pada Rabu (26/8/2026).
"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini, yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi, memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie.
Dia juga menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi. Budi Arie juga menegaskan tidak ada kaitan antara pernyataannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Pemerintah Aktifkan Posko Bencana hingga Pulihkan Jalur Transportasi usai Gempa M7,7 di NTT
"Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitkan dengan Bapak Joko Widodo," ujarnya.
Budi Arie turut menyatakan kesiapannya menerima konsekuensi atas analisis dan pernyataan yang dia sampaikan.
"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut," ucapnya.










