Aktivitas Vulkanik Menurun, Warga Sekitar Anak Krakatau Diimbau Tetap Waspada dan Pakai Masker

Aktivitas Vulkanik Menurun, Warga Sekitar Anak Krakatau Diimbau Tetap Waspada dan Pakai Masker

Terkini | inews | Selasa, 8 September 2026 - 15:38
share

JAKARTA, iNews.id - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan menurun setelah fase erupsi menerus selama 25 jam berakhir. Meski demikian, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api tersebut diimbau tetap waspada dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Imbauan tersebut salah satunya ditujukan kepada masyarakat Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhamad Hidayat mengatakan aktivitas masyarakat di Pulau Sebesi masih berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026.

“Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau,” ujar Hidayat dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Hidayat mengatakan tim sebelumnya juga melakukan pemantauan dari Pulau Sebesi pada Senin (7/9/2026) malam untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau. Pulau Sebesi menjadi salah satu wilayah terdekat dengan gunung api tersebut.

“Di mana pulau ini merupakan pulau yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, sekitar kurang lebih 20 kilometer,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aktivitas penyeberangan masyarakat lokal masih berlangsung normal. Warga tetap melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti maupun sebaliknya.

“Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,” ujarnya.

Meski kondisi aktivitas masyarakat masih normal, Hidayat mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.

“Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah,” kata Hidayat.

Dia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau, khususnya yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

“Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Menurut Hidayat, informasi dari lembaga resmi perlu menjadi rujukan utama masyarakat untuk menghindari kepanikan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dia berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan warga tetap mendapatkan perlindungan.

“Kita harapkan, kita doakan, semoga Gunung Anak Krakatau kondusif dan kita selalu dalam lindungan Tuhan,” tuturnya.

Topik Menarik