MUI Ajak Umat Bahu-membahu Bantu Korban Gempa NTT: Musibah Ini Duka Kita Bersama
JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan dukacita mendalam atas gempa Manitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). MUI juga mengajak masyarakat memperkuat solidaritas untuk membantu warga terdampak bencana.
Wakil Ketua Umum MUI, Marsudi Syuhud menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat NTT. Dia berharap para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Atas nama keluarga besar Majelis Ulama Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Semoga korban yang meninggal dunia diterima seluruh amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," ujar Marsudi, dikutip dari MUI Digital, di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dia menilai musibah tersebut merupakan duka bersama sehingga seluruh elemen masyarakat perlu bergerak membantu warga yang terdampak.
"Musibah ini adalah duka kita bersama," kata dia.
MUI pun mengimbau umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Kepedulian dapat disalurkan dalam berbagai bentuk, baik melalui doa maupun bantuan materiil untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
"Kepada jajaran pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana, kami berharap penanganan darurat serta distribusi bantuan dapat berjalan cepat dan merata," tutur dia.
Gempa bumi yang mengguncang NTT sebelumnya menyebabkan sejumlah kerusakan pada infrastruktur, fasilitas publik, dan permukiman warga. Sejumlah masyarakat juga dilaporkan mengalami luka-luka dan sebagian lainnya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, dan relawan terus melakukan upaya penanganan di wilayah terdampak, termasuk evakuasi serta pendistribusian bantuan logistik darurat kepada masyarakat.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (18/8/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 70 orang. Adapun korban luka mencapai 1.182 orang berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sementara itu, sebanyak 40.040 orang mengungsi akibat gempa. Para pengungsi tersebar di sejumlah kabupaten terdampak.
Di Kabupaten Manggarai tercatat 6.487 orang mengungsi, sedangkan di Manggarai Timur terdapat 966 orang yang mengungsi di posko BPBD.
Selain itu, sekitar 14.000 warga di Manggarai Timur memilih mengungsi secara mandiri. Kemudian, 600 orang mengungsi di Manggarai Barat, 6.221 orang mengungsi di Nagekeo, 5.681 mengungsi di Sikka, 336 orang mengungsi di Ende, dan 1.920 orang mengungsi di Ngada.










