Respons Berkelas Hector Souto Usai Timnas Futsal Indonesia 2 Kali Kalah dalam Uji Coba di Spanyol

Respons Berkelas Hector Souto Usai Timnas Futsal Indonesia 2 Kali Kalah dalam Uji Coba di Spanyol

Terkini | okezone | Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:23
share

CHANTADA – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberi respons berkelas usai anak asuhnya dua kali menelan kekalahan dalam uji coba di Spanyol. Ia yakin rentetan hasil negatif itu akan jadi awal yang bagus.

Timnas Futsal Indonesia tengah melakoni pemusatan latihan (TC) di Chantada, Spanyol. Tidak hanya berlatih, Samuel Eko dan kawan-kawan turut melakoni tiga laga uji coba melawan klub top Eropa.

Di laga perdana, Timnas Futsal Indonesia takluk dari O Parrulo Ferrol 3-5 di Chantada. Lalu, pada partai kedua, Skuad Garuda kembali menelan kekalahan 1-6 dari Palma Futsal, Selasa 18 Agustus 2026.

1. Tidak Risau

Dua kekalahan itu tidak lantas membuat Souto risau. Sebab, tujuan melawan dua klub futsal papan atas Eropa tersebut adalah untuk menyerap ilmu serta pengalaman di atas lapangan.

“Suatu hari nanti, bahkan mereka yang paling awam dalam olahraga pun akan memahami datang ke Eropa dan Amerika Selatan adalah awal dari kemajuan sejati futsal kami,” kata Souto di akun Instagram @souto.h, Rabu (19/8/2026).

Lebih lanjut, mantan pelatih Bintang Timur Surabaya itu mengaku bisa saja duduk diam dan menanti agenda berikutnya buat Timnas Futsal Indonesia. Tapi, itu bukanlah gayanya dalam melatih tim.

 

​“Saya bisa saja duduk tenang menunggu turnamen berikutnya yang baru akan ada lebih dari setahun lagi, tanpa eksposur sama sekali bagi para pemain maupun diriku sendiri. ​Tapi teman-temanku, itu bukan gayaku,” lanjut Souto.

2. Kemajuan

Juru taktik berkebangsaan Spanyol itu menegaskan, pengalaman dari Chantada dan nanti menghadapi Noia pada Jumat 21 Agustus 2026, sangat penting. Ia yakin bekal kekalahan hari ini justru adalah sebuah kemajuan.

“Kalah dalam konteks ini adalah sebuah kemajuan. Kesalahan sekecil apapun di sini akan langsung mendapat hukuman,” kata Souto.

“Kamu tidak bisa begitu saja beralih dari mengayuh sepeda lalu tiba-tiba menang di Mandalika dalam ajang MotoGP. Belajar. Menjadi tangguh secara mental. Dan terus berjuang,” tandasnya.

Topik Menarik