Militer Israel Selidiki Kematian Bocah Gaza Hind Rajab, Ditembak Mati Bersama Keluarganya
TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel akan membuka penyelidikan internal terkait pembunuhan pasukan Zionis terhadap bocah perempuan Gaza, Hind Rajab. Pembunuhan Rajab, anggota keluarga, serta petugas ambulans pada Januari 2024 menjadi perhatian internasional.
Bahkan bocah 5 tahun tersebut diabadikan sebagai nama lembaga HAM di Eropa yang fokus memburu tentara Israel pelaku praktik genosida.
Selain kasus Rajab, militer Israel juga membuka penyelidikan atas pembunuhan 15 petugas bantuan darurat pada Maret 2025.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan, keputusan membuka penyelidikan internal tersebut mengikuti langkah serupa yang dilakukan Pencarian Fakta dan Mekanisme Asesmen. Mereka telah merilis keputusan mengenai lima insiden pembunuhan terhadap warga Palestina.
Meski demikian IDF menegaskan tidak ada alasan adanya pelanggaran pidana yang merujuk pada pembukaan penyelidikan kriminal dalam kasus-kasus tersebut.
Lembaga-lembaga HAM Israel menyatakan, penyelidikan pidana terhadap pasukan Israel yang didakwa membunuh warga Palestina jarang berujung pada hukuman.
Dan Owen, seorang peneliti lembaga HAM Yesh Din, mengatakan sejak 10 tahun terakhir hanya sedikit sekali penyelidikan yang berujung pada tuntutan pidana.
Tekanan politik yang meningkat, semakin menghalangi otoritas penegak hukum Israel meminta pertanggungjawaban para pelaku, bahkan sekalipun bukti-buktinya jelas ada.
Hind Rajab terjebak di dalam mobil selama beberapa jam di Gaza, memohon bantuan kepada petugas medis melalui telepon seluler. Bibi, paman, dan tiga sepupunya tewas ditembaki.
Petugas ambulans yang tiba untuk mengevakuasinya juga ditembak mati oleh pasukan Zionis.
Jenazah Rajab, keluarga, dan petugas medis ditemukan 12 hari kemudian masih di lokasi.
Kisah Hind Rajab difilmkan hingga memenangkan Penghargaan Silver Lion di Festival Film Venesia serta masuk nominasi Oscar.
Sementara itu jenazah 15 pekerja darurat dan bantuan dari Bulan Sabit Merah, Pertahanan Sipil Palestina, dan PBB ditemukan di kuburan massal selatan Gaza pada Maret 2025.
Jenazah-jenazah tersebut dikuburkan di dekat kendaraan mereka yang hancur. Mereka dibunuh oleh pasukan Zionis saat beruaya menyelamatkan nyawa para korban serangan Israel.









