Ingat CEO yang Viral karena Pecat 900 Karyawan Lewat Zoom? Kini Giliran Dia yang Dipecat

Ingat CEO yang Viral karena Pecat 900 Karyawan Lewat Zoom? Kini Giliran Dia yang Dipecat

Terkini | inews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:00
share

WASHINGTON, iNews.id - Masih ingat dengan Vishal Garg, bos perusahaan Better Home & Finance yang memecat 900 karyawannya lewat pertemuan Zoom selama 3 menit pada 2021? Kejadian tersebut viral, menuai kecaman internasional.

Garg ternyata sudah dipecat pada pekan lalu dan dia kini berjuang untuk memperoleh kembali jabatannya sebagai CEO Better Home & Finance. 

Dalam pernyataannya, pria keturunan Amerika-India itu dikhianati oleh orang baru yang kemudian mengganti posisinya. Garg dipecat pada 3 Agustus lalu dan digantikan oleh manajer hedge fund, Daniel Lewis, yang baru bergabung dengan dewan direksi Better sebulan terakhir.

Kini Garg berupaya mendapatkan posisi CEO kembali.

“Dia menipu saya. Dia bilang menyukai strategi perusahaan. Dia memuji kami dalam hal X dan menggunakan itu untuk masuk ke dewan direksi lalu mendapat kepercayaan kami,” kata Garg, kepada CNN, dikutip Minggu (16/8/2026). 

Garg melanjutkan, dia menyewa pengacara terkemuka Alex Spiro, dan mengirim surat kepada dewan direksi menuntut pengembalian jabatannya.

Dia bahkan menawarkan siap digaji hanya 1 dolar per tahun sampai perusahaan kembali meraih keuntungan. Setelah itu dia bersedia meninggalkan jabatan CEO.

Garg menjadi viral pada Desember 2021, memanggil lebih dari 900 karyawan untuk rapat di Zoom sebelum musim libur akhir tahun. Bukannya memberi kabar gembira dengan bonus, dia malah memberi tahu para karyawan dipecat.

Kisah tersebut menjadi viral, menjadikan Garg sebagai simbol manajemen perusahaan yang kejam. Dia sempat rehat setelah kejadian itu, di tengah reaksi negatif publik, sebelum kembali memimpin perusahaan. Dia juga mengakui kejadian tersebut berdampak buruk bagi citra dirinya dan perusahaan.

Sejak itu kondisi naik-turun perusahaan menjadi penyebab panasnya ruang rapat.

Selama masa booming refinancing pandemi Covid-19, saat suku bunga hipotek turun di bawah 3 persen, nilai perusahaan mencapai 8 miliar dolar AS. Namun saat ini, dengan suku bunga hipotek mendekati 7 persen dan permintaan refinancing runtuh, nilai pasar perusahaan berada di kisaran 300 juta dolar. Penjualan tahunan juga anjlok dari 1,5 miliar pada 2021 menjadi hanya 70 juta pada 2023.

Topik Menarik