Korban Gempa NTT Jangan Panik! Menkes Pastikan Stok Obat-obatan Cukup
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memastikan kebutuhan obat-obatan untuk menangani korban gempa Bumi Magnitudo 7,7 di Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dalam kondisi cukup.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebagian obat-obatan bahkan telah dikirim ke wilayah terdampak pada Sabtu (15/8/2026) malam, tak lama setelah gempa terjadi.
"Obat-obatan, catatan kami masih cukup, sudah dibawa tadi malam sebagian," kata Menkes Budi saat ditemui di kawasan Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Meski stok saat ini dinilai mencukupi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan agar pasokan obat dan alat kesehatan yang dikirim benar-benar sesuai dengan kondisi korban.
Tim Health Emergency Operation Center (HEOC) yang diterjunkan Kemenkes menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Menkes Budi mengatakan, tim HEOC akan mengidentifikasi kondisi korban sekaligus kebutuhan medis di masing-masing wilayah terdampak. Hasil pemetaan itu kemudian menjadi dasar untuk menentukan jenis dan jumlah bantuan yang harus dikirim.
"Nanti kan hari ini mulai bergerak tuh tim Health Emergency Operation Center-nya, (dari sana) kami tahu kebutuhannya apa saja, sehingga bisa dikirim malam ini juga nanti ke sana," ujarnya.
Tak Harus Tunggu Kiriman dari Jakarta
Untuk mempercepat distribusi, Kemenkes tidak akan bergantung pada pasokan dari Jakarta. Obat-obatan dan kebutuhan medis dapat diambil dari wilayah yang secara geografis lebih dekat dengan NTT.
Bali dan Makassar menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan sebagai sumber pasokan karena jaraknya lebih dekat dengan wilayah bencana dibandingkan Jakarta.
"Dan ambilnya kan enggak usah dari Jakarta, bisa dari Bali atau Makassar, lebih dekat," kata Budi.
Skema tersebut dinilai penting dalam kondisi darurat karena kebutuhan medis di lokasi bencana dapat berubah dengan cepat. Dengan mengambil pasokan dari wilayah terdekat, waktu pengiriman diharapkan dapat dipangkas.
Berdasarkan laporan Kemenkes per 16 Agustus 2026, dukungan obat-obatan dan alat kesehatan di lokasi bencana saat ini telah disuplai oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Hadir Langsung Groundbreaking Proyek Gas Abadi Blok Masela di Maluku
Sejumlah perlengkapan yang tersedia antara lain delapan paket obat-obatan dasar dan lima paket emergency kit.
Selain obat-obatan, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai perlengkapan medis untuk mendukung pelayanan korban gempa.
Rinciannya meliputi:
- 1.000 buah sarung tangan medis steril;
- 20.000 buah sarung tangan medis nonsteril;
- 20.000 masker bedah medis;
- 10 unit oksigen konsentrator;
- 2 unit tenda pos kesehatan; dan
- 8 tenda yang disiagakan apabila dibutuhkan untuk mendukung Emergency Medical Team (EMT) tipe 1 fixed.
Kemenkes memastikan ketersediaan obat dan alat kesehatan akan terus dipantau seiring dengan proses identifikasi korban dan kerusakan fasilitas kesehatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan medis yang dikirim tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan korban di masing-masing wilayah terdampak gempa.









