Korban Tewas Banjir Jepang Jadi 9 Orang, Sebagian Terjebak di Mobil yang Tenggelam
TOKYO, iNews.id - Korban tewas akibat banjir yang menerjang Prefektur Chiba, Jepang, bertambah menjadi sembilan orang hingga Minggu (16/8/2026). Sebagian besar korban tewas terjebak di dalam mobil yang tenggelam.
Kantor manajemen bencana Chiba pada Sabtu menyebut korban tewas delapan orang, beberapa di antaranya terjebak di mobil yang terendam air di tengah jalan.
Stasiun televisi NHK melaporkan, banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya merendam lebih dari 1.000 rumah serta memutus akses transportasi. Air menggenangi jalan dan rel kereta sehingga tak bisa dilalui.
Hujan deras sejak Kamis malam juga memicu peringatan tanah longsor dan pemadaman listrik.
Para pakar meteorologi memperkirakan, Chiba akan menerima hujan lebat dengan level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Stasiun cuaca Chiba mencatat curah hujan 30 sentimeter dalam 24 jam, menjadikan Agustus sebagai bulan paling basah sejak 60 tahun terakhir.
Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan hujan lebat kali ini diperkirakan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pada Jumat pagi, Kota Chiba mencatat curah hujan tiga kali lipat lebih dibandingkan kondisi nornal sepanjang Agustus.
Lebih dari 70 rumah di Chiba hancur akibat hujan. Sementara itu dari 1.000 lebih rumah yang terendam, hampir 600 di antaranya memasuki bagian dalam. Diperkirakan 1.200 mobil masih terbengkalai di jalanan.
Para ilmuwan menyebut curah hujan tinggi, di atas normal, merupakan dampak perubahan iklim yang dipicu kebiasaan buruk manusia. Dampaknya membuat cuaca ekstrem menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.









