Viral! IRT Mengamuk di Kantor Advokat Karawang, Protes Data Pribadi Diduga Dipakai Tanpa Izin

Viral! IRT Mengamuk di Kantor Advokat Karawang, Protes Data Pribadi Diduga Dipakai Tanpa Izin

Nasional | inews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:13
share

KARAWANG, iNews.id - Seorang ibu rumah tangga (IRT) mengamuk di kantor advokat di Karawang, Jawa Barat. Aksi tersebut terjadi setelah wanita bernama Ita Hartati mengaku data pribadinya digunakan tanpa izin dalam proses gugatan perceraian di Pengadilan Agama Karawang.

Dalam video yang viral di media sosial, Ita terlihat emosi dan memarahi dua advokat yang berada di dalam ruangan. Dia mengaku tidak pernah mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya dan tidak pernah menggunakan jasa advokat untuk mengurus proses perceraian.

Kemarahan Ita memuncak setelah menerima salinan putusan Pengadilan Agama Karawang. Dari dokumen tersebut, dia mengetahui adanya proses gugatan perceraian yang seolah-olah diajukan atas namanya.

Ita menegaskan, tidak pernah mengajukan gugatan cerai dan tidak mengetahui proses hukum tersebut. Dia kemudian mendatangi kantor advokat yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut untuk meminta penjelasan.

Dia mempertanyakan, bagaimana data pribadinya dapat digunakan dalam proses perkara hingga terbit putusan pengadilan. Dia menilai persoalan tersebut serius dan perlu diungkap secara jelas.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Selain mempersoalkan dugaan penggunaan data pribadi tanpa izin, Ita juga mengaku kecewa terhadap penanganan laporan yang telah disampaikannya ke Polres Karawang.

Dia mengaku telah melaporkan dugaan penelantaran anak oleh ayah kandung serta dugaan penipuan atau penyalahgunaan data oleh oknum advokat ke Polres Karawang sejak tujuh bulan lalu.

"Saya tidak kenal tapi mengaku pengacara saya. Makanya saya mengotot ke Pengadilan Agama mau lihat tanda tangannya seperti apa, lihat KTP dan fotonya muka saya enggak. Akhirnya saya emosi, dari pengadilan langsung saya samperin kantor (advokat) karena saya tahunya mereka di sana," kata Ita.

Namun, dia mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai perkembangan laporan tersebut. Dia berharap proses penanganan perkara dapat memberikan kepastian hukum atas persoalan yang dihadapinya.

Dia yang merupakan ibu dari dua anak mengaku telah berulang kali berupaya mendapatkan perlindungan dan bantuan. Dia juga mengaku telah meminta perhatian Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi agar persoalan hukum dan keluarganya mendapat perhatian.

Hingga kini, dia mengaku belum mendapatkan bantuan seperti yang diharapkan. Dia berharap Gubernur Jabar dapat mendengar keluhannya dan membantu mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapinya.

Sementara itu, dugaan penggunaan data pribadi dalam proses perkara perceraian tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait. 

Keterangan dari advokat yang diduga terlibat dan Pengadilan Agama Karawang diperlukan untuk memastikan fakta sebenarnya serta memberikan kepastian hukum kepada pihak yang merasa dirugikan.

Belum ada keterangan dari Polisi maupun pihak terkait atas kasus di video viral tersebut.

Topik Menarik