Netanyahu Tolak Proposal Damai Gaza Usulan Trump, Ini Komentar Gedung Putih
WASHINGTON, iNews.id - Gedung Putih merespons pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menolak mentah-mentah 15 poin proposal damai Gaza yang diusulkan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Seorang sumber pejabat Gedung Putih mengatakan kepada portal berita Axios, pemerintahan Trump tidak khawatir dengan penolakan Netanyahu. Dia menilai Netanyahu menolak proposal itu sebagai bagian dari kampanye pemilu yang akan berlangsung November mendatang.
Dia membutuhkan dukungan dari kelompok sayap kanan jauh untuk melanggengkan jabatan sebagai perdana menteri.
"Kami memahami kebutuhan politik Bibi (panggilan Netanyahu). Kami tidak punya masalah dengan itu selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama mengenai pembatasan serangan di Gaza," kata pejabat tersebut kepada jurnalis Axios, Barak Ravid, dikutip Senin (10/8/2026).
Bandar Narkoba Pembunuh 3 Polisi Ditangkap, Pelaku Ditembak karena Serang Petugas dengan Mandau
Menurut pejabat tersebut, Netanyahu telah berbicara dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pekan lalu dan berjanji untuk memenuhi 15 poin proposal tersebut. Pemerintahan Trump juga mendesak Netanyahu membatasi serangan ke Gaza sehingga proses pelucutan senjata Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina lainnya bisa dimulai.
Netanyahu, dalam rapat kabinet Minggu (9/8/2026), mengumumkan bahwa Israel menolak proposal 15 poin perdamaian Gaza. Dia juga menegaskan pasukan Israel tak akan ditarik dari Gaza sampai seluruh senjata Hamas dilucuti.
Israel dan Hamas pada 10 Oktober 2025 memulai gencatan senjata tahap pertama atas mediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki, di bawah Dewan Perdamaian.
Mereka sepakat untuk melaksanakan fase pertama rencana perdamaian yang diajukan Trump. Meski gencatan berlaku, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari ke wilayah tersebut.










