Pihak Yayasan Ungkap Bunker Misterius di Sekolah Harapan Ibu Jaksel, Kondisi Terkunci

Pihak Yayasan Ungkap Bunker Misterius di Sekolah Harapan Ibu Jaksel, Kondisi Terkunci

Terkini | inews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 11:19
share

JAKARTA, iNews.id – Kuasa hukum Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Hermawanto mengungkapkan adanya bunker yang masih terkunci di dekat ruangan tempat ditemukannya 995 senjata api (senpi), narkoba, hingga CD porno. Dia menduga bunker tersebut berpotensi menyimpan senjata lain.

Hermawanto mengatakan, hingga kini bunker tersebut belum berhasil dibuka. Karena itu, pihaknya meminta aparat berwenang segera melakukan pemeriksaan.

"Ya, salah satu informasi itu kami masih meminta untuk dibuka. Jadi sampai hari ini memang belum dibuka. Posisi bunker memang jauh dari lokasi, tidak terlalu jauhlah, masih dalam satu lokasi, tapi tidak dekat dengan ruangan kelas," ujar Hermawanto di halaman Sekolah Islam Harapan Ibu, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).

Dia menegaskan, yayasan tidak memiliki kewenangan untuk membuka bunker tersebut lantaran kasus dugaan penyalahgunaan senjata telah dilaporkan kepada polisi.

"Tentu bukan kewenangan kami kan sebenarnya untuk membuka, karena sudah ada pelaporan kami atas dugaan penyalahgunaan senjata. Kami khawatir di ruangan itu juga ada senjata," katanya.

Hermawanto berharap polisi segera menindaklanjuti temuan tersebut. Dia juga menyoroti lamanya penanganan laporan yang telah disampaikan pihak yayasan.

"Teman-teman sudah tahu, temuan tanggal 10 bulan Juli baru ada tindak lanjut pada tanggal 6 bulan Agustus. Waktu yang sudah cukup lama sebenarnya tindakan dari aparat Jaksel ya, Polres Jaksel," ujarnya.

Diketahui, pihak yayasan menemukan 995 senjata, amunisi, narkoba, hingga CD porno di ruangan yang sebelumnya digunakan mantan ketua yayasan berinisial IWD. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, PT Lokta Karya Perbakin mengonfirmasi 995 senjata api hingga airgun yang ditemukan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan merupakan senjata legal.

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus pengacara eks Ketua Yayasan sekolah berinisial IWD, Alhadid Endar Putra menuturkan, ratusan senjata tersebut milik Lokta Karya Perbakin yang diperuntukkan sebagai kebutuhan ekstrakurikuler menembak.

“Airsoft tersebut merupakan stok untuk persiapan ekskul menembak dan panahan dari sekolah, yang akan dilaksanakan dan telah diketahui pada tahun 2021 bersama dengan Jenderal Suryo Pembina Yayasan,” ucap Alhadid saat dihubungi wartawan, Kamis (6/8/2026).

“Senjata itu milik Lokta dan legal, sesuai Surat Izin Nopol SI/5483-XII/2008 untuk Airsoft Gun oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” tuturnya.

Alhadid membantah ratusan senjata itu ditemukan di ruangan IWD, melainkan di sebuah gudang dan dalam keadaan sudah tidak dapat digunakan.

Terkait senjata lain yang ditemukan, dia memastikan itu bukan milik Lokta maupun milik pribadi IWD. Termasuk soal narkoba dan CD porno yang diklaim ditemukan oleh pihak yayasan.

Pasalnya, IWD sudah dinonaktifkan sebagai ketua yayasan sejak 18 April 2026. Ruangan-ruangan yang digeledah pun dipastikan bukan lagi ruangan kliennya.

“Perihal itu bukan milik kami, namun coba ditanyakan kepada N, yang telah menduduki dan menguasai sekolah serta seluruh ruangan-ruangan itu di dalam sejak April 2026 bersama Untung Sangaji dan ormasnya. Kami sudah tidak ada di sana dan tidak diperbolehkan masuk sejak April,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, pihak N, BP dan Untung Sangaji (US) pernah menghubungi PT Lokta untuk mengambil barang-barang tersebut.

“Tapi ketika staf saya sampai di sana pintu sudah dibuka ada polisi dan TNI,” ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak 995 senjata api ditemukan di suatu ruangan kepala yayasan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026) lalu.

Topik Menarik