Syarat Melahirkan Normal bagi Ibu yang Pernah Operasi Caesar
JAKARTA, iNews.id - Melahirkan normal setelah pernah menjalani operasi caesar atau Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) bukan hal yang mustahil. Namun, keputusan tersebut harus melalui evaluasi medis yang ketat untuk memastikan kondisi ibu dan bayi aman selama proses persalinan.
Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memberikan izin kepada ibu yang memiliki riwayat caesar untuk mencoba melahirkan secara normal. Hal ini penting karena risiko utama bukan berasal dari bekas luka di kulit perut, melainkan bekas sayatan pada dinding rahim.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa bekas luka pada rahim menjadi perhatian utama karena akan mendapat tekanan besar saat proses persalinan normal berlangsung.
"Saat menjalani persalinan caesar, dokter tidak hanya membedah bagian kulit perut, tetapi juga membuat sayatan pada dinding rahim untuk mengeluarkan bayi. Luka di rahim inilah yang patut diwaspadai," ujar dr Aditya dalam unggahan edukasi di akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa (4/8/2026).
Berikut sejumlah syarat yang biasanya menjadi pertimbangan dokter sebelum ibu menjalani VBAC:
1. Jenis Sayatan Caesar Sebelumnya Aman
Salah satu faktor utama adalah jenis sayatan pada rahim saat operasi caesar sebelumnya. Ibu dengan riwayat sayatan melintang di bagian bawah rahim atau low transverse incision umumnya memiliki risiko lebih rendah mengalami komplikasi.
"Jika dulu sayatannya bertipe low transverse, yaitu sayatan melintang di bagian bawah rahim, biasanya risikonya paling rendah. Pada banyak kasus, kondisi ini masih bisa dipertimbangkan untuk melahirkan secara normal," ujarnya.
Sebaliknya, ibu dengan riwayat sayatan vertikal di bagian atas rahim atau classical incision memiliki risiko lebih tinggi karena area tersebut mengalami kontraksi lebih kuat saat persalinan.
2. Tidak Memiliki Riwayat Komplikasi Rahim
Dokter juga akan memastikan tidak ada masalah pada rahim, seperti riwayat operasi rahim lainnya atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko robekan rahim saat persalinan.
3. Jarak Kehamilan Mendukung
Jarak antara persalinan caesar sebelumnya dengan kehamilan berikutnya juga menjadi pertimbangan. Dokter akan menilai apakah waktu pemulihan rahim sudah cukup untuk menghadapi tekanan kontraksi.
4. Jumlah Riwayat Operasi Caesar
Semakin banyak riwayat operasi caesar, evaluasi medis akan semakin kompleks. Dokter akan mempertimbangkan kondisi bekas luka rahim dan faktor kesehatan ibu sebelum menentukan pilihan persalinan.
5. Kondisi Ibu dan Bayi Memungkinkan
Selain riwayat operasi, kondisi kehamilan saat ini juga menjadi faktor penting. Posisi bayi, kondisi plasenta, ukuran bayi, serta kesehatan ibu akan diperiksa sebelum memutuskan VBAC.
dr Aditya mengingatkan bahwa pernah menjalani operasi caesar tidak otomatis membuat ibu tidak bisa melahirkan normal. Namun, keputusan tersebut harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
"Bukan berarti pernah caesar lalu otomatis tidak boleh melahirkan normal. Namun, dokter harus memastikan bekas luka di rahim cukup aman untuk menghadapi tekanan kontraksi saat persalinan berlangsung," katanya.
Jika VBAC dipilih, proses persalinan juga harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki kesiapan menangani kondisi darurat. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya ruptur uteri atau robekan pada dinding rahim.










