Diabetes dan Hipertensi Jadi Silent Killer, Wamenkes: Banyak Orang Baru Tahu Setelah Alami Komplikasi
JAKARTA, iNews.id - Merasa tubuh sehat bukan berarti terbebas dari penyakit. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Profesor Dante Saksono Harbuwono mengingatkan diabetes dan hipertensi merupakan penyakit yang kerap berkembang tanpa gejala sehingga dijuluki sebagai silent killer.
Menurut Prof. Dante, banyak penderita baru mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Kondisi ini membuat deteksi dini menjadi sangat penting agar penyakit dapat ditangani sebelum berkembang lebih parah.
"Orang hipertensi enggak tahu kalau dia hipertensi. Orang diabetes enggak tahu kalau dia itu diabetes," kata Prof. Dante dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis, Rabu (4/8/2026).
Dia mengungkapkan, sebuah studi di Jakarta menemukan satu dari delapan orang ternyata menderita diabetes. Namun, sebagian besar penderita tidak menyadari kondisi tersebut karena penyakit berkembang tanpa keluhan yang jelas.
Padahal, diabetes yang tidak terdiagnosis dapat merusak berbagai organ tubuh secara perlahan. Ginjal, jantung, dan pembuluh darah bisa mengalami kerusakan tanpa disadari hingga akhirnya memicu komplikasi berat.
"Silent killer itu orang diabetes enggak tahu kalau ginjalnya mulai digerogoti, jantungnya mulai bermasalah, pembuluh darahnya mulai bermasalah. Akhirnya ketika ketahuan sudah harus hemodialisis atau amputasi," katanya.
Selain diabetes dan hipertensi, Prof. Dante juga menyoroti meningkatnya angka obesitas di Indonesia. Menurutnya, perubahan gaya hidup, termasuk semakin mudahnya memesan makanan secara daring, turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami kelebihan berat badan.
"Sekarang budaya makan enak makin mudah. Tinggal pesan lewat aplikasi. Akibatnya angka obesitas di Indonesia meningkat. Artinya, satu dari tiga orang Indonesia mengalami obesitas," ujarnya.
Dia menjelaskan Indonesia kini menghadapi double burden atau beban ganda masalah gizi. Di satu sisi, kasus stunting pada anak masih menjadi tantangan, sementara di sisi lain angka obesitas pada kelompok dewasa terus meningkat.
Karena itu, Prof Dante mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit sejak dini, terutama penyakit yang tidak menimbulkan gejala.
"Jangan hanya mengandalkan gejala. Justru penyakit-penyakit yang paling berbahaya sering kali tidak bergejala. Dengan cek kesehatan gratis, faktor risikonya bisa diketahui lebih awal sehingga lebih mudah ditangani," katanya.
Dia menambahkan, deteksi dini merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang lebih sehat, produktif, dan memiliki risiko penyakit kronis yang lebih rendah.










