LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Soal LGBT(lesbian, gay, bisexual dan transgender) kembali viral, setelah muncul konten Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang menyebut homoseksual(LGBT) bukan sebagai penyimpangan. Benarkah demikian? Bagaimana pandangan Islam terhadap hal tersebut?
Dalam perspektif Islam, perilaku homoseksual dipandang sebagai perbuatan yang dilarang. Larangan tersebut didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengisahkan penyimpangan seksual kaum Nabi Luth 'alaihissalam.
Al-Qur'an mengabadikan kisah tersebut sebagai pelajaran bagi umat manusia. Di antaranya terdapat dalam Surat An-Naml ayat 54-55, Surat Asy-Syu'ara ayat 165-166, dan Surat Hud ayat 77-82.
Baca juga:Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman ASAllah SWT berfirman dalam Surat An-Naml ayat 54-55:
-وَوَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
"Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan yang keji itu, padahal kamu melihatnya? Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk memenuhi nafsumu, bukan kepada perempuan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui.'"
Sementara itu, dalam Surat Asy-Syu'ara ayat 165-166 Allah SWT berfirman:"Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang telah diciptakan Tuhanmu untukmu? Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas."
Adapun dalam Surat Hud ayat 81-82 dijelaskan bagaimana azab Allah SWT menimpa kaum Nabi Luth setelah mereka tetap membangkang terhadap peringatan yang disampaikan nabi mereka. Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa negeri mereka dibalikkan dan dihujani batu dari tanah yang terbakar.
Hadis tentang Perbuatan Kaum Nabi Luth
Selain Al-Qur'an, terdapat sejumlah hadis yang menjadi landasan pembahasan para ulama mengenai hukum perilaku homoseksual.Di antaranya adalah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barang siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya." (HR Ibnu Majah No. 2561, Kitabul Hudud)
Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas disebutkan:"Barang siapa menyetubuhi mahramnya maka bunuhlah dia. Dan barang siapa menyetubuhi binatang maka bunuhlah pelakunya dan binatang tersebut." (HR Ibnu Majah No. 2564)
Para ulama menjelaskan bahwa pembahasan mengenai penerapan hukuman hudud merupakan kewenangan pemerintah atau otoritas peradilan Islam yang sah, bukan hak individu atau kelompok untuk menegakkannya sendiri.
Solusi Menghadapi Penyimpangan Seksual
Dalam kajian Islam, upaya menangani penyimpangan perilaku seksual perlu dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan faktor penyebab yang melatarbelakanginya. Yudhy M.Ag. Dosen Universitas Ma’soem menjelaskan, ada beberapa kajian menyebut adanya faktor biologis, psikologis, lingkungan, maupun budaya yang dapat memengaruhi perilaku seseorang."Karena itu, pendekatan yang dilakukan hendaknya tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pembinaan dan pendampingan agar seseorang dapat kembali kepada ajaran Islam,"ujarnya dalam salah satu tulisan karya ilmiahnya tersebut.
Menurutnya, secara umum solusi yang dapat dilakukan meliputi dua aspek, yakni :
Pertama, solusi internal, yakni menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, memperbanyak ibadah, serta memiliki tekad untuk meninggalkan perbuatan yang dilarang syariat.Kedua, solusi eksternal, yaitu dukungan keluarga, lingkungan yang baik, bimbingan para ulama atau konselor yang memahami syariat, serta menjauhkan diri dari lingkungan yang mendorong seseorang terus melakukan perilaku yang dilarang.
Islam pada dasarnya mengajarkan bahwa setiap muslim yang melakukan dosa tetap memiliki kesempatan untuk bertobat selama hayat masih dikandung badan. Karena itu, pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali kepada jalan yang diridhai Allah SWT.
Baca juga:Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan









