Pelatih Juara Diganti, Garudayaksa Resmi Tunjuk Milos Joksic di Musim Debut Super League 2026-2027

Pelatih Juara Diganti, Garudayaksa Resmi Tunjuk Milos Joksic di Musim Debut Super League 2026-2027

Olahraga | inews | Rabu, 22 Juli 2026 - 09:11
share

JAKARTA, iNews.id – Garudayaksa FC resmi menunjuk Milos Joksic sebagai pelatih kepala untuk menghadapi musim debut mereka di Super League 2026-2027. Pelatih asal Serbia itu menggantikan Widodo Cahyono Putro, sosok yang membawa tim promosi sekaligus menjuarai Championship 2025-2026.

Penunjukan Milos Joksic diumumkan melalui akun Instagram resmi Garudayaksa FC pada Selasa (21/7/2026) malam. Namun, manajemen belum mengungkap durasi kontrak pelatih berusia 58 tahun tersebut.

“Visi telah ditetapkan. Perjalanan dimulai,” tulis Garudayaksa FC dalam unggahan perkenalan Joksic.

Klub juga menekankan pentingnya sosok pemimpin dalam membangun tim yang sukses. Joksic diharapkan mampu menyatukan pemain dengan tujuan, keyakinan, serta semangat yang sama saat menghadapi persaingan di kasta tertinggi.

“Di balik setiap tim yang sukses, terdapat sosok pemimpin yang menyatukan orang-orang dengan tujuan dan keyakinan yang sama,” tulis pernyataan resmi Garudayaksa FC.


Milos Joksic Gantikan Pelatih Pembawa Garudayaksa FC Juara

Milos Joksic menghadapi tantangan besar karena menggantikan pelatih yang baru saja mempersembahkan prestasi bersejarah. Widodo Cahyono Putro membawa Garudayaksa menjadi juara Championship 2025-2026 sekaligus mengamankan tiket promosi ke Super League.

Garudayaksa merebut gelar Championship setelah mengalahkan PSS Sleman melalui adu penalti dengan skor 6-5 pada laga final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 9 Mei 2026. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 2-2 hingga berakhirnya perpanjangan waktu.

Keputusan berpisah dengan Widodo kemudian membuka jalan bagi Joksic untuk memimpin babak baru Garudayaksa. Manajemen menginginkan tim tetap membawa mental juara, tetapi dengan kesiapan lebih kuat menghadapi level kompetisi yang berbeda.

“Berbekal ambisi bersama dan komitmen yang teguh, kami siap bekerja sama demi mencapai tujuan serta membangun tim yang bertanding dengan semangat, disiplin, dan ambisi,” tulis klub.

Promosi menuju Super League membuat tantangan Garudayaksa FC meningkat drastis. Mereka akan berhadapan dengan klub-klub berpengalaman, tekanan kompetisi yang lebih besar, serta tuntutan menjaga konsistensi sepanjang musim.


Pengalaman Panjang di Thailand Jadi Modal Joksic

Milos Joksic bukan nama baru di sepak bola Asia Tenggara. Dia memulai perjalanan kepelatihannya di Thailand sejak 2010 dan pernah bekerja bersama sejumlah klub di negara tersebut.

Rajpracha FC, Bangkok FC, Pattaya United, Nakhon Ratchasima, Ratchaburi FC, Muangthong United, dan Uthai Thani menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Dia juga pernah menangani klub Serbia, termasuk Radnicki Belgrade dan OFK Mladenovac.

Pada musim 2025-2026, Joksic menangani Uthai Thani di kasta tertinggi Liga Thailand. Dia mendampingi klub tersebut dalam 27 pertandingan dengan catatan rata-rata 1,26 poin per laga.

Pengalaman panjang di Thailand membuat Joksic sudah memahami karakter sepak bola Asia Tenggara. Modal tersebut dibutuhkan untuk mempercepat proses adaptasi, membangun struktur permainan, dan menjaga mental para pemain Garudayaksa FC.

Manajemen juga mulai memperkuat komposisi pemain menjelang musim baru. Sejumlah nama telah bergabung, termasuk Septian David Maulana dan Muhammad Sihran, untuk menambah kedalaman skuad yang akan bersaing di Super League.

Milos Joksic kini memegang misi lebih besar daripada sekadar meneruskan keberhasilan Widodo. Dia dituntut mengubah Garudayaksa FC dari tim juara kasta kedua menjadi pendatang baru yang mampu bersaing secara konsisten di Super League 2026-2027.

Topik Menarik