Lolos 16 Besar China Open 2026, Raymond/Joaquin Ditunggu Penakluk Fajar/Fikri
CHANGZHOU, iNews.id – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin langsung dihadapkan pada ujian berat setelah lolos ke babak 16 besar China Open 2026. Pasangan muda Indonesia itu selanjutnya ditunggu ganda tuan rumah, Chen Bo Yang/Liu Yi, pada Kamis (23/7/2026).
Raymond/Joaquin mencapai babak kedua setelah mengalahkan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen asal Taiwan di Changzhou Olympic Sports Centre Xincheng Gymnasium, Selasa (21/7/2026). Mereka harus bertarung tiga gim sebelum menang 21-13, 19-21, dan 21-16.
Kemenangan tersebut baru menjadi pintu pembuka. Target Raymond/Joaquin berikutnya adalah merebut tiket perempat final sekaligus menguji konsistensi mereka menghadapi pasangan unggulan yang bermain di depan pendukung sendiri.
Ganda China Penakluk Fajar/Fikri Menanti
Chen Bo Yang/Liu Yi bukan lawan asing bagi penggemar bulu tangkis Indonesia. Pasangan China tersebut menyingkirkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dengan skor 21-13 dan 21-14 pada babak pertama Indonesia Open 2026, Juni lalu.
Pertemuan itu pun menjadi tantangan menarik bagi Raymond/Joaquin. Mereka sebelumnya mengaku termotivasi oleh keberhasilan Fajar/Fikri menjuarai Japan Open 2026, tetapi kini harus menghadapi pasangan yang pernah menghentikan seniornya tersebut.
“Pastinya terinspirasi dan termotivasi dengan juaranya aa’ Fajar dan aa’ Fikri pekan lalu di Jepang, kami mau mengejar mereka,” kata Raymond dalam keterangan resmi PBSI.
Raymond/Joaquin membawa modal berupa hasil evaluasi dari kegagalan pada turnamen sebelumnya. Kekalahan di Japan Open 2026 mereka pelajari agar kesalahan serupa tidak kembali muncul di Changzhou.
“Pertandingan hari ini Puji Tuhan diberi kemenangan. Kekalahan di Jepang minggu lalu coba dievaluasi kenapa dan tadi coba direvisi,” ujar Raymond.
Reset Pikiran demi Tiket Perempat Final
Konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah Raymond/Joaquin menjelang babak 16 besar. Mereka tampil dominan pada gim pertama melawan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, tetapi kehilangan kendali pada gim kedua akibat sejumlah kesalahan di angka penting.
“Saya rasa main tadi sudah cukup baik, tapi memang gim kedua kami terus tertinggal. Sudah mencoba mengejar, tapi saya melakukan kesalahan fatal di poin-poin kritis, akhirnya lepas,” kata Joaquin.
Raymond/Joaquin mampu memutus tekanan pada gim penentuan. Mereka melupakan kegagalan di gim kedua, mengembalikan fokus, lalu kembali menguasai pertandingan hingga menang 21-16.
“Di gim ketiga kami berusaha fokus lagi, tidak memikirkan yang sudah terjadi, reset dari nol pikirannya dan Puji Tuhan berhasil memegang kendali lagi dan menang,” ujar Joaquin.
China Open 2026 juga menjadi kesempatan penting bagi Raymond/Joaquin untuk menutup rangkaian turnamen BWF Super 1000 dengan pencapaian positif. Mereka telah memperoleh kesempatan tampil di seluruh ajang Super 1000 sepanjang tahun ini.
“Tahun ini cukup luar biasa buat kami karena sudah bisa ikut semua Super 1000 dan di penutupan Super 1000 ini pastinya kami mau hasil yang terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri sendiri juga. Tapi kami tahu tidak akan mudah, step by step-nya, jadi kami mohon doa dan dukungan,” tutur Joaquin.
Haaland Tolak Fast Food AS di Piala Dunia 2026: Norwegia Kirim 300 Kg Salmon, Keju dan 6.000 Jeruk
Kini, kemenangan atas pasangan Taiwan harus segera mereka tinggalkan. Laga melawan Chen Bo Yang/Liu Yi menjadi fokus utama sekaligus kesempatan bagi Raymond/Joaquin untuk membuktikan kesiapan bersaing lebih jauh di level Super 1000.









