Mengapa Gumpalan Darah Bisa Berpindah Tempat? Begini Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id - Gumpalan darah tidak selalu menetap di lokasi tempat pertama kali terbentuk. Dalam kondisi tertentu, gumpalan darah bisa terlepas dan berpindah mengikuti aliran darah sehingga meningkatkan risiko penyumbatan di organ-organ vital.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa gumpalan darah tidak boleh dianggap sepele. Jika menyumbat pembuluh darah otak, gumpalan darah dapat memicu stroke. Sementara bila menyumbat pembuluh darah jantung, risikonya adalah serangan jantung.
Perawat yang aktif membagikan edukasi kesehatan melalui akun X @afrkml, Rizal, menjelaskan gumpalan darah yang terlepas dari lokasi awal akan berubah menjadi embolus. Embolus kemudian terbawa aliran darah dan dapat menyumbat pembuluh darah lain yang berukuran lebih kecil.
“Kalau sumbatan ini lepas dan keluyuran ke mana-mana, disebut embolus yang berisiko nyumbat pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil,” kata Rizal.
Dia mengatakan, keberadaan embolus sangat berbahaya karena sulit diprediksi akan berhenti di bagian tubuh mana. Ketika tersangkut di pembuluh darah yang menyuplai organ penting, aliran darah akan terganggu sehingga jaringan tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi.
Sebelumnya, Rizal juga mengingatkan gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke. Sebaliknya, jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah jantung, kondisi itu bisa memicu serangan jantung.
“Tau gak? Gumpalan darah bisa kebentuk di dalam tubuh dan nyumbat pembuluh darah kita. Kalau nyumbatnya di otak, bisa kena stroke. Kalau di jantung? Ya, serangan jantung,” ujarnya.
Yang perlu diwaspadai, gumpalan darah sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah aliran darah terganggu dan organ yang terdampak mulai mengalami kerusakan.
Dalam kondisi tertentu, embolus bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak apabila menyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ-organ vital.
“Bahkan beberapa kasus kematian mendadak bisa saja terjadi kalau embolus sudah nyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ vital,” ucap Rizal.
Viral Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio gegara Pakai Rumah dan Mobilnya untuk Konten Medsos
Untuk mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah, Rizal menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Caranya antara lain berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta mencukupi waktu tidur.
Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang berpotensi berpindah dan menyebabkan komplikasi serius.










