Menkes Ungkap Fakta Es Teh Manis, Waspada Segelas Mengandung 30 Gram Gula

Menkes Ungkap Fakta Es Teh Manis, Waspada Segelas Mengandung 30 Gram Gula

Gaya Hidup | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 12:09
share

JAKARTA, iNews.id – Minuman cepat saji seperti es teh manis, es kopi susu, hingga es cendol menjadi favorit banyak masyarakat karena rasanya yang manis, menyegarkan, dan dijual dengan harga terjangkau. Namun di balik kenikmatannya, minuman tersebut ternyata menyimpan kandungan gula yang cukup tinggi dan berpotensi mengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hasil uji kandungan gula pada sejumlah minuman yang banyak dijual di pinggir jalan. Temuan itu disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut, Budi membeli beberapa minuman populer, yakni es kopi susu, es teh manis, dan es cendol. Ketiganya kemudian diuji untuk mengetahui kadar gula yang terkandung di dalamnya.

“Barusan mampir di pinggir jalan, beli es kopi susu, es teh, es cendol. Harganya murah-murah semua. Kira-kira berapa ya kadar gulanya? Kemarin Kemenkes kan sudah meluncurkan Nutri Level. Sekarang kita akan fokus ke minuman cepat saji,” kata Budi, dikutip Kamis (18/6/2026).

Minuman pertama yang diuji adalah es teh manis. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, kandungan gula dalam minuman tersebut mencapai sekitar lima gram per 100 mililiter.

Angka itu terlihat kecil jika hanya dilihat per 100 mililiter. Namun, ukuran satu gelas atau satu cup es teh manis yang umum dijual di pasaran bisa mencapai 600 mililiter.

Dengan volume tersebut, total kandungan gula dalam satu gelas es teh manis mencapai sekitar 30 gram. Jumlah itu setara dengan lebih dari setengah batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan.

Budi menjelaskan batas maksimal konsumsi gula per hari bagi masyarakat adalah 50 gram. Sebab itu, menghabiskan satu gelas es teh manis saja sudah menyumbang sekitar 60 persen dari batas harian tersebut.

“Saya baru beli teh ini, harganya 5.000-an. Kita cek di Lab SIG yang terkenal itu di Bogor. Hasil cek dari Lab SIG adalah lima gram per 100 mililiter. Coba teman-teman ingat, ini tuh 600 mililiter. Jadi bisa hitung sendiri kan, gulanya total ada 30 gram, padahal batas maksimalnya sehari cuma 50 gram,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, Kementerian Kesehatan memberikan label Nutri Level C untuk es teh manis yang diperiksa. Label ini menjadi indikator bagi masyarakat agar lebih memahami kandungan nutrisi, khususnya gula, dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Program Nutri Level sendiri diluncurkan Kemenkes sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kandungan gula, garam, dan lemak pada produk pangan. Melalui sistem pelabelan tersebut, masyarakat diharapkan dapat membuat pilihan konsumsi lebih sehat.

Temuan kandungan gula pada es teh manis juga menjadi pengingat bahwa minuman yang terlihat sederhana dan murah belum tentu rendah gula. Apalagi minuman manis sering dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain yang juga mengandung gula tambahan.

Sebab itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengonsumsi minuman manis agar tidak melebihi batas asupan gula harian yang dianjurkan. Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga berbagai penyakit metabolik lainnya.

Topik Menarik