Jangan Sembarangan Makan saat Haid, Kebutuhan Nutrisi Perempuan Berubah Setiap Fase Menstruasi

Jangan Sembarangan Makan saat Haid, Kebutuhan Nutrisi Perempuan Berubah Setiap Fase Menstruasi

Gaya Hidup | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 10:31
share

JAKARTA, iNews.id – Kebutuhan nutrisi perempuan ternyata tidak hanya perlu diperhatikan saat menstruasi. Perubahan hormon yang terjadi sepanjang siklus menstruasi membuat tubuh membutuhkan asupan makanan yang berbeda pada setiap fase.

Siklus menstruasi terdiri dari empat fase, yaitu menstruasi, folikular, ovulasi, dan luteal. Pada setiap fase tersebut, kadar hormon estrogen dan progesteron mengalami perubahan yang dapat memengaruhi energi, suasana hati, konsentrasi, hingga nafsu makan.

Sebab itu, pemenuhan nutrisi yang tepat dinilai penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sepanjang siklus menstruasi.

Fase Menstruasi, Tubuh Butuh Tambahan Zat Besi

Pada fase menstruasi, kadar estrogen dan progesteron menurun. Kondisi ini membuat sebagian perempuan lebih mudah merasa lelah, lesu, hingga sulit berkonsentrasi.

Selain itu, tubuh juga kehilangan sejumlah zat besi akibat perdarahan yang terjadi selama menstruasi. Untuk membantu menjaga energi dan mencegah kekurangan zat besi, perempuan dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi.

Beberapa sumber zat besi yang direkomendasikan antara lain daging merah, ikan, kacang-kacangan, bayam, brokoli, dan ubi jalar. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C juga dapat membantu penyerapan zat besi menjadi lebih optimal.

Fase Ovulasi, Energi Meningkat dan Tubuh Perlu Nutrisi Padat

Memasuki fase ovulasi, kadar estrogen mulai meningkat. Pada periode ini, banyak perempuan merasakan peningkatan energi, suasana hati yang lebih baik, dan kemampuan fokus yang lebih optimal.

Tubuh juga berada dalam tahap pemulihan setelah menstruasi sehingga membutuhkan asupan makanan yang kaya nutrisi. Pilihan makanan yang dianjurkan meliputi yoghurt, telur, daging ayam, kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, hingga sayuran seperti brokoli dan kubis.

Asupan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Fase Luteal, Atasi PMS dengan Makanan Antiinflamasi

Fase luteal terjadi setelah ovulasi dan sering dikaitkan dengan munculnya gejala premenstrual syndrome (PMS). Pada fase ini, sebagian perempuan dapat mengalami perut kembung, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga peningkatan nafsu makan.

Untuk membantu mengurangi keluhan tersebut, makanan yang kaya antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi dinilai dapat memberikan manfaat.

Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain buah beri, ikan berlemak seperti salmon dan sarden, alpukat, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta rempah-rempah seperti kunyit dan kayu manis.

Tidak Perlu Kaku, yang Penting Gizi Seimbang

Konsep menyesuaikan pola makan berdasarkan fase menstruasi atau cycle syncing memang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, para ahli mengingatkan pola makan ini tidak perlu diterapkan secara terlalu ketat.

Hal yang paling penting adalah memastikan kebutuhan gizi seimbang tetap terpenuhi setiap hari serta mendengarkan sinyal tubuh, termasuk rasa lapar dan kenyang.

Apabila seseorang secara rutin mengalami gejala menstruasi yang berat, seperti nyeri hebat, kelelahan ekstrem, atau perdarahan berlebihan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Topik Menarik