Kekurangan Vitamin D: Kenapa Banyak Orang Indonesia Tidak Menyadarinya?

Kekurangan Vitamin D: Kenapa Banyak Orang Indonesia Tidak Menyadarinya?

Gaya Hidup | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 15:24
share

JAKARTA, iNews.id - Indonesia adalah negara tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun. Namun, kondisi ini tidak serta-merta menjamin kecukupan vitamin D pada masyarakatnya.

Kenyataannya, lebih dari 70 persen orang Indonesia diperkirakan mengalami kekurangan vitamin D, sebuah kondisi yang sering kali tidak disadari karena gejalanya sangat mudah disalahartikan sebagai kelelahan biasa.

Apa Itu Vitamin D dan Mengapa Penting?

Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang bekerja seperti hormon dalam tubuh. Fungsinya melampaui sekadar menjaga kesehatan tulang. Vitamin ini berperan dalam penyerapan kalsium, mendukung sistem imun, mengatur suasana hati, hingga memengaruhi produksi energi di tingkat sel.

Tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari. Selain itu, vitamin ini juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, dan produk susu yang difortifikasi, serta dari suplemen.

Kadar vitamin D dalam darah yang dianggap normal berada di atas 30 ng/mL. Kadar di bawah 20 ng/mL disebut defisiensi, sementara 20 sampai 29 ng/mL masuk kategori insufisiensi.

Mengapa Orang Indonesia Tetap Kekurangan Vitamin D?

Banyak orang menduga hidup di negara tropis otomatis mencukupi kebutuhan vitamin D. Padahal, ada beberapa faktor yang menyebabkan defisiensi tetap umum terjadi:

1. Banyak waktu dihabiskan di dalam ruangan. Pekerja kantoran, pelajar, dan pengguna kendaraan pribadi jarang mendapat paparan matahari yang cukup.
2. Penggunaan tabir surya dan pakaian tertutup yang membatasi paparan UVB langsung ke kulit.
3. Warna kulit yang lebih gelap membutuhkan waktu paparan matahari lebih lama untuk memproduksi jumlah vitamin D yang sama.
4. Kondisi medis tertentu seperti obesitas, gangguan penyerapan usus, atau masalah fungsi hati yang memengaruhi metabolisme vitamin D.
5. Usia lanjut, karena kemampuan kulit memproduksi vitamin D berkurang seiring bertambahnya usia.

Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

Gejala kekurangan vitamin D cenderung samar dan sering diabaikan. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

1. Kelelahan kronis, yaitu rasa lelah terus-menerus meskipun sudah cukup tidur, adalah salah satu tanda paling umum.
2. Nyeri otot dan sendi, terutama di area punggung bawah, pinggul, dan kaki, tanpa penyebab yang jelas.
3. Sering sakit karena sistem imun yang melemah membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi pernapasan.
4. Perubahan suasana hati, karena kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan mood.
5. Tulang yang rapuh karena dalam jangka panjang, defisiensi vitamin D berkontribusi pada osteoporosis, terutama pada perempuan dan lansia.

Masalahnya, banyak orang baru menyadari kekurangan vitamin D setelah kondisinya cukup parah. Padahal, deteksi lebih awal memberi lebih banyak ruang untuk intervensi yang tepat.

Cara Paling Akurat Mengetahui Kadar Vitamin D

Cara paling akurat untuk mengetahui kadar vitamin D adalah melalui pemeriksaan darah. Bumame menyediakan pemeriksaan ini, baik melalui kunjungan langsung ke klinik maupun layanan Home Care ke rumahmu. Tes yang digunakan adalah cek kadar vitamin D 25-OH total (25-Hydroxy Vitamin D), yang mengukur total vitamin D dalam darah, baik yang diproduksi kulit maupun yang berasal dari asupan makanan dan suplemen.

Pemeriksaan ini sederhana, cukup dengan pengambilan sampel darah, namun hasilnya memberikan gambaran yang akurat tentang status vitamin D dalam tubuhmu.

Siapa yang sebaiknya melakukan pemeriksaan ini? Orang yang jarang beraktivitas di luar ruangan, ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita osteoporosis, serta siapa pun yang mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas.

Apa yang Dilakukan Setelah Mengetahui Hasilnya?

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar vitamin D rendah, dokter biasanya akan merekomendasikan kombinasi dari beberapa pendekatan: suplementasi vitamin D dengan dosis yang sesuai, penyesuaian pola makan, dan peningkatan paparan sinar matahari pagi.

Penting untuk tidak mengonsumsi suplemen vitamin D dalam dosis tinggi tanpa panduan dokter, karena kadar vitamin D yang terlalu tinggi juga bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Untuk mengetahui kondisi vitamin D dalam tubuhmu dan langkah terbaik selanjutnya, hubungi CS Bumame sekarang dan dapatkan informasi mengenai pemeriksaan yang tepat untuk kebutuhanmu.

Topik Menarik