Mengejutkan! Ini Alasan Dede Sunandar Ngotot Mau Rujuk dengan Karen Hertatum
JAKARTA, iNews.id - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026). Namun, belum 10 menit setelah massa tiba, mereka sudah terlibat aksi saling dorong dengan polisi.
Berdasarkan pantauan, puluhan mahasiswa yang berasal dari PMKRI Jakarta Timur/Selatan, GMNI Jakarta Timur, LMND Jakarta Timur, dan Himapersis Jakarta Timur tiba di depan sekitar pukul 14.00 WIB. Terdapat satu mobil komando yang dibawa para mahasiswa tersebut, yang mana terdapat bendera menunjukkan tempat mereka berasal.
Begitu tiba, para mahasiswa itu langsung melakukan orasi dan sambil membentangkan spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka. Polisi juga turut membentangkan spanduk imbauan di samping mereka beraksi.
Saat berorasi, sejumlah mahasiswa menaruh ban di depan mereka, yang mana ban itu berniat untuk dibakar oleh para pendemo. Namun, petugas kepolisian langsung mengambil ban tersebut untuk diamankan agar tidak dibakar.
Saat itulah, para mahasiswa tersebut terlibat aksi dorong-dorongan dengan polisi. Petugas kepolisian berupaya mengamankan ban yang ada di dekat mobil komando agar tidak dibakar para mahasiswa.
Aksi saling dorong itu akhirnya mereda saat petugas kepolisian dan orator meminta pada peserta aksi untuk tidak terpancing aksi provokasi. Saat ini, para mahasiswa tersebut masih melakukan aksinya meski cuaca tengah diguyur hujan.
Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto terpantau ramai lancar karena mahasiswa berdemo tidak sampai ke jalanan. Petugas kepolisian juga melakukan pengamanan aksi demo di lokasi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebutkan, sebanyak 3.588 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan demo di depan Gedung DPR RI.
Berdasarkan Direktif Kapolda Metro Jaya, petugas pengamanan bakal bersikap sabar, humanis, dan tidak terprovokasi. Penyampaian aspirasi dari mahasiswa harus dapat tersampaikan dengan aman dan damai.
"Dalam direktif tersebut tidak ada penggunaan senjata api. Kami menghimbau para peserta aksi penyampaian aspirasi di depan umum, termasuk petugas pengamanan harus memperhatikan keselamatan bersama, memperhatikan kepentingan masyarakat lain selain dari penyampaian aspirasi," tuturnya.
Dia meminta, para peserta juga menjaga arus lalu lintas, fasilitas umum sehingga kegiatan masyarakat lain tetap terjaga dengan baik. Tidak terjadi keributan, tidak terjadi kerusuhan.









