Tangan Sering Berkeringat Tanda Paru-Paru Basah dan Jantung Lemah, Mitos atau Fakta?

Tangan Sering Berkeringat Tanda Paru-Paru Basah dan Jantung Lemah, Mitos atau Fakta?

Gaya Hidup | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 15:39
share

JAKARTA, iNews.id – Banyak orang masih percaya bahwa telapak tangan yang sering berkeringat merupakan tanda paru-paru basah atau jantung lemah. Namun, anggapan tersebut ternyata hanya mitos dan tidak selalu berkaitan dengan gangguan organ vital.

Perawat sekaligus edukator kesehatan Rizal melalui akun X miliknya, @afrkml, menjelaskan bahwa kondisi tangan yang terus-menerus berkeringat lebih sering disebabkan oleh hiperhidrosis, yakni kondisi produksi keringat berlebih yang terjadi meski seseorang tidak sedang berolahraga atau berada di lingkungan panas.

“Buat kakak-kakak kalau kalian belum pada tahu, tangan keringetan terus itu bukan tanda paru-paru basah atau jantung lemah. Mitos itu,” tulis Rizal.

Hiperhidrosis merupakan kondisi ketika tubuh menghasilkan keringat secara berlebihan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diwaspadai apabila muncul bersamaan dengan gejala lain yang mengarah pada gangguan kesehatan tertentu.

“Meski hiperhidrosis relatif enggak berbahaya, tapi kalau disertai gejala lain seperti berat badan turun drastis, sering keringetan malam, atau keringatnya sampai mengganggu aktivitas, lebih baik periksa,” kata Rizal.

Menurut dia, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk memastikan bahwa keringat berlebih tersebut bukan dipicu penyakit lain yang lebih serius. Hingga saat ini, penyebab hiperhidrosis primer atau kondisi yang muncul tanpa penyakit tertentu masih belum diketahui secara pasti.

Rizal menjelaskan, salah satu faktor yang diduga berperan adalah aktivitas berlebihan pada sistem saraf simpatik, yaitu bagian sistem saraf yang mengatur respons tubuh terhadap stres. Faktor keturunan juga disebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hiperhidrosis.

“Sebagian kasus karena saraf simpatik yang ngatur keringat penderita lagi lebay- lebaynya sehingga jadi hiper mengeluarkan keringat,” tulisnya.

Selain faktor saraf, kecemasan juga menjadi pemicu yang paling sering membuat gejala hiperhidrosis semakin terasa. Saat seseorang merasa gugup, tertekan, atau menghadapi situasi yang dianggap mengancam, tubuh akan mengaktifkan respons alami yang dikenal sebagai fight or flight.

Respons tersebut membuat tubuh bersiap menghadapi ancaman dengan meningkatkan berbagai fungsi fisik, termasuk produksi keringat. Pada penderita hiperhidrosis, mekanisme ini dapat berlangsung lebih intens sehingga telapak tangan menjadi lebih mudah basah dibandingkan orang pada umumnya.

“Begitu otak mengira ada potensi ancaman, meski cuma cemas, tubuh langsung bereaksi. Otot tegang, napas cepat, badan panas,” ujar Rizal.

Karena itu, seseorang yang sering mengalami telapak tangan berkeringat saat gugup atau cemas belum tentu memiliki masalah pada paru-paru maupun jantung. Kondisi tersebut bisa saja merupakan hiperhidrosis yang dipicu oleh respons stres tubuh dan perlu dievaluasi apabila mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Topik Menarik