Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun

Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun

Terkini | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 04:15
share

TOKYO, iNews.id - Pendiri SoftBank, Masayoshi Son mengungguli konglomerat India Mukesh Ambani sebagai orang terkaya di Asia. Pundi-pundi kekayaannya bertambah hingga mencapai 97 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.750 triliun setelah harga saham SoftBank melonjak.

Pendiri dan CEO SoftBank Group tersebut menjadi orang terkaya di Asia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Euforia pasar mendorong saham raksasa investasi yang tercatat di Bursa Tokyo itu ke level tertinggi sepanjang masa. 

Melansir Forbes, SoftBank menjadi perusahaan paling bernilai di Jepang berdasarkan kapitalisasi pasar, pada perdagangan Senin. Perusahaan investasi itu mengungguli produsen otomotif Toyota Motor.

Menurut perkiraan Forbes, pria berusia 68 tahun tersebut kini memiliki kekayaan yang sebagian besar berasal dari sahamnya di SoftBank. Dengan jumlah itu, Son melampaui Ketua Reliance Industries Mukesh Ambani yang memiliki kekayaan sekitar 90 miliar dolar AS, berdasarkan daftar Real-Time Billionaires Forbes.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai 298 miliar dolar AS, saham SoftBank telah melonjak lebih dari 80 persen sepanjang tahun ini. Kenaikan tersebut didorong oleh optimisme investor terhadap investasi-investasi Son di sektor AI. 

Dalam sebuah wawancara, Son mengatakan, revolusi AI berpotensi menciptakan peluang yang 50 kali lebih besar dibanding era gelembung internet atau dot-com.

"Saya pikir ini lebih dari 10 kali lipat, mungkin 50 kali lebih besar dibanding era dot-com," ujar Son.

Belum lama ini, Son mengumumkan investasi hingga 75 miliar euro (sekitar 87 miliar dolar AS) untuk pembangunan infrastruktur AI, termasuk pusat data, di Prancis.

Seiring meningkatnya permintaan terhadap teknologi AI, sejumlah perusahaan dalam portofolio investasi SoftBank juga mengalami kenaikan nilai, yang turut mengangkat harga saham perusahaan induknya. 

Pendorong utama reli saham tersebut adalah Arm Holdings, produsen chip yang tercatat di Nasdaq dan hampir 90 persen sahamnya dimiliki SoftBank. 

Perusahaan asal Inggris itu, yang sahamnya telah melonjak lebih dari 250 persen tahun ini, pada Selasa memproyeksikan target penjualan chip senilai 15 miliar dolar AS bisa tercapai lebih cepat dari jadwal. 

Sementara itu, investor juga berspekulasi bahwa OpenAI, pengembang ChatGPT yang telah menerima investasi lebih dari 30 miliar dolar AS dari SoftBank, akan memiliki valuasi yang jauh lebih tinggi di masa mendatang. 

Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu memiliki valuasi sekitar 852 miliar dolar AS pada akhir Maret setelah berhasil menghimpun dana sebesar 122 miliar dolar AS dari investor, termasuk Amazon, Nvidia, dan SoftBank.

Raksasa AI asal Amerika Serikat tersebut kini disebut-sebut tengah bersaing ketat dengan rivalnya yang berkembang pesat, Anthropic, dalam upaya menuju penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Keduanya berusaha menarik lebih banyak modal dengan memanfaatkan keunggulan sebagai pelopor di industri AI.

SoftBank telah berkomitmen menanamkan tambahan investasi sedikitnya 20 miliar dolar AS ke OpenAI hingga Oktober. Jika valuasi OpenAI terus meningkat, SoftBank berpotensi meraih keuntungan besar. 

Selain itu, SoftBank juga memiliki batas internal leverage sebesar 25 persen, mengingat tingginya tingkat utang perusahaan pada masa lalu pernah memicu kekhawatiran pasar.

Topik Menarik