Didemo Warga, Presiden Bolivia Potong Gajinya dan Para Menteri 50
LA PAZ, iNews.id - Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan pemotongan gajinya serta para menteri sebesar 50 persen, menyusul demonstrasi besar-besaran yang mengguncang negara itu.
Rakyat Bolivia turun ke jalan, memblokade transportasi sejak sebulan terakhir menuntut pencabutan program penghematan untuk mengatasi biaya hidup.
Paz memberlakukan kebijakan penghematan serta memangkas subsidi bahan bakar sebagai upaya untuk menstabilkan ekonomi Bolivia.
Pemotongan gaji itu diumumkan Paz hanya 24 jam setelah dialog pemerintah dan para pemimpin masyarakat adat gagal membuahkan hasil.
Langkah tersebut merupakan upaya Paz untuk menenangkan serikat pekerja serta organisasi masyarakat adat yang mengerahkan massa hingga melumpuhkan Ibu Kota La Paz.
"Presiden, bersama para menteri, telah membuat keputusan, sebagai bagian dari komitmen dan pengorbanan mendalam kami untuk negara, untuk memangkas gaji sebesar 50 persen," kata Paz, dalam pidatonya, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (28/5/2026).
Presiden Bolivia menerima gaji sebesar sekitar 3.617 dolar AS atau sekitar Rp64,5 juta per bulan. Dengan pengurangan tersebut, gajinya kini menjadi sekitar Rp32 jutaan.
Paz menjabat sebagai presiden Bolivia sejak akhir 2025. Program pemerintahannya difokuskan untuk membongkar kebijakan ekonomi sayap kiri pendahulunya, Evo Morales dan Luis Arce, yang berlangsung 2 dekade.
Sejak awal Mei, kelompok masyarakat adat, penambang, guru, dan buruh pabrik melakukan aksi mogok sambil memblokade jalan. Aksi tersebut mengganggu rantai pasok, memicu kekurangan makanan, bahan bakar, dan perlengkapan medis di pusat-pusat kota besar, menghancurkan pasar, dan melumpuhkan rumah sakit.










