Tak Layak Konsumsi, 19 Kg Jeroan Hewan Kurban di Kepulauan Seribu Dimusnahkan

Tak Layak Konsumsi, 19 Kg Jeroan Hewan Kurban di Kepulauan Seribu Dimusnahkan

Terkini | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 12:42
share

JAKARTA, iNews.id - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu memusnahkan 19 kilogram organ hewan kurban yang dinyatakan tidak layak konsumsi. Pemusnahan dilakukan usai pemeriksaan kesehatan hewan di sejumlah lokasi pemotongan saat hari raya Idul Adha.

Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati mengatakan, pemusnahan dilakukan berdasarkan hasil pengawasan ketat yang dilaksanakan petugas di 10 lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

"Total hewan kurban yang diperiksa terdiri atas 83 ekor sapi, 43 kambing, dan 48 ekor domba," ujarnya, dikutip dari keterangan Pemerintah Provinsi Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Nurliati menjelaskan, dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah organ atau jeroan hewan yang tidak layak konsumsi sehingga harus dimusnahkan. Organ tersebut meliputi enam kilogram hati, 10 kilogram paru-paru, serta tiga kepala hewan kurban.

"Secara umum hasil pemeriksaan hewan kurban cukup baik, meskipun masih ditemukan cacing pada beberapa organ," katanya.

Organ yang dinyatakan tidak layak langsung dimusnahkan di lokasi dengan cara dikubur atau disiram cairan disinfektan. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis), seperti cacing hati maupun infeksi mata merah.

"Pemeriksaan ini merupakan standarisasi pelayanan yang rutin dilakukan setiap tahun. Kami ingin memastikan daging kurban yang didistribusikan kepada warga benar-benar aman dan layak dikonsumsi," ujarnya.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, pihaknya melibatkan 57 petugas gabungan dari Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Dinas KPKP Jakarta hingga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Setiap pulau menempatkan sekitar enam hingga delapan petugas.

"Hari ini masih ada beberapa wilayah yang melakukan pemotongan hewan kurban. Meski jumlahnya tidak banyak, namun tetap kami awasi," ucapnya.

Topik Menarik