Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Kelas MTs di Sragen, Diduga Ada Kelalaian

Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Kelas MTs di Sragen, Diduga Ada Kelalaian

Nasional | inews | Selasa, 12 Mei 2026 - 16:51
share

SRAGEN, iNews.id – Polisi masih menyelidiki insiden atap ruang kelas ambruk di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi di tengah berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, Selasa (12/5/2026). 

Akibat kejadian tersebut, tujuh siswa dan satu orang guru dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan. Saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Sragen tengah melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian. 

Peristiwa bermula saat siswa kelas tujuh tengah mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris. Secara mendadak, atap bangunan runtuh dan material berupa kayu serta genteng langsung memenuhi ruangan kelas. 

Salah satu siswa yang menjadi korban, Hafzah, mengaku suasana saat itu sangat cepat sehingga dirinya dan teman-teman tidak sempat menyelamatkan diri. 

"Kejadiannya mendadak, tidak sempat lari. Langsung tertimpa material bangunan," ungkap Hafzah saat dimintai keterangan.

Bangunan Sejak Tahun 1978
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, kondisi bangunan sekolah memang sudah sangat tua. Gedung tersebut diketahui pertama kali dibangun pada tahun 1978. 

"Data yang kami peroleh, bangunan ini dibangun tahun 1978 dan terakhir kali mendapatkan renovasi pada tahun 2000. Artinya sudah 26 tahun tidak tersentuh perbaikan besar," ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari. 

Polisi menduga kuat bahwa kayu penyangga atap yang sudah lapuk dimakan usia menjadi penyebab utama struktur atap tidak lagi mampu menahan beban genteng hingga akhirnya roboh.

Penyelidikan Unsur Kelalaian

Pasca-kejadian, area sekolah kini telah dipasangi garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi fokus menelusuri apakah ada unsur kelalaian dalam pemeliharaan bangunan sekolah yang mengakibatkan jatuhnya korban luka.

"Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui apakah ada unsur pembiaran atau kelalaian dalam pemeliharaan gedung sekolah," kata Kapolres. 

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap bangunan sekolah lainnya di wilayah Sragen guna mencegah insiden serupa terulang kembali, terutama pada gedung-gedung tua yang sudah melampaui masa pakai ideal.

Topik Menarik