Dokter Beberkan Dugaan Alur Outbreak Hantavirus, Bukan gegara Tikus di Kapal Pesiar!
JAKARTA, iNews.id - Kasus wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius masih menjadi sorotan publik dunia. Namun, dokter spesialis mikrobiologi klinik dr. Ayman Alatas, Sp.MK mengungkap dugaan bahwa sumber penularan bukan berasal dari tikus yang ada di kapal pesiar.
Menurut dr Ayman, pasangan asal Belanda (patient zero) yang berada di kapal diduga sudah terinfeksi sebelum naik kapal setelah melakukan perjalanan darat selama empat bulan melintasi Argentina, Chile, dan Uruguay, wilayah yang dikenal endemik Hantavirus tipe Andes.
"Diduga mereka terpapar saat birdwatching di dekat tempat pembuangan akhir (TPA) Ushuaia, area dengan populasi tikus pembawa Andes virus," jelas dr Ayman dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (8/5/2026).
Dia menjelaskan, pasangan tersebut naik kapal pada 1 April 2026 dalam kondisi sudah terinfeksi, tetapi belum menunjukkan gejala. Hal ini sangat mungkin terjadi karena masa inkubasi Hantavirus cukup panjang, yakni sekitar 1 hingga 8 minggu.
Gejala kemudian muncul saat kapal sedang berada di tengah laut. Sayangnya, diagnosis disebut terlambat sehingga kondisi pasien memburuk dengan cepat. Situasi di kapal pesiar yang memiliki banyak ruang tertutup juga diduga memperbesar risiko penularan antarmanusia, khususnya untuk jenis Andes virus.
"Kontak erat di ruang tertutup kapal pesiar memperbesar potensi transmisi Andes virus antar manusia," katanya.
Kapal MV Hondius sendiri tetap melanjutkan pelayaran dan sempat singgah di beberapa pulau. Penumpang turun dan naik kapal sebelum wabah berhasil teridentifikasi.
Akibatnya, potensi penyebaran ke berbagai negara menjadi lebih besar karena para penumpang sudah lebih dulu berpindah lokasi. Konfirmasi laboratorium baru diperoleh setelah kapal berada di Afrika Selatan.
"Konfirmasi lab baru didapat setelah di Afrika Selatan. Saat itu kapak sudah jauh dari titik asal dan penumpang sudah tersebar," ungkap dr Ayman.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia. Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus.
Gejala awal Hantavirus umumnya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan kelelahan. Namun pada beberapa kasus, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat hingga berakibat fatal.
Khusus untuk Andes virus, jenis Hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan, penularan antarmanusia memang pernah dilaporkan terjadi, meski kasusnya tergolong jarang.
Masa inkubasi Hantavirus berkisar antara 1 hingga 8 minggu setelah seseorang terpapar virus. Karena gejalanya tidak langsung muncul, seseorang bisa saja bepergian atau berinteraksi dengan banyak orang sebelum menyadari dirinya terinfeksi.










