Hantavirus Susah Menular ke Manusia? Dokter Tirta Beberkan Faktanya!

Hantavirus Susah Menular ke Manusia? Dokter Tirta Beberkan Faktanya!

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 14:06
share

JAKARTA, iNews.id - Kemunculan kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran di masyarakat. Namun, influencer kesehatan dokter Tirta meminta agar tidak panik berlebihan akan penyakit ini. 

Sebab, kata dr Tirta, penularan Hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi. Virus mematikan itu umumnya menular antartikus. 

Pesan edukasi ini disampaikan dr Tirta melalui unggahan di media sosial X. Di situ dia menjelaskan bahwa Hantavirus pada umumnya berasal dari tikus dan lebih sering menular antarhewan dibanding ke manusia.

Dokter Tirta beberkan cara mencegah Hantavirus. (Foto: Instagram, X)

"Kasus penularan (Hantavirus) ke manusia tuh juaraaaaaang. Seringnya menular antartikus," tulis dr Tirta, dikutip Jumat (8/5/2026).

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu terlalu panik karena mekanisme penularan Hantavirus berbeda dengan virus pernapasan yang mudah menyebar lewat droplet. Menurutnya, penularan antarmanusia membutuhkan kontak yang sangat dekat dan tidak mudah terjadi dalam aktivitas sehari-hari.

"Penularan antarmanusia tuh juarang. Harus jarak sangat dekat, gak cukup droplet," jelasnya.

Dokter Tirta juga menyebut Hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Edukasi mengenai virus tersebut, kata dia, sudah cukup lama dilakukan oleh dinas kesehatan di berbagai daerah, terutama wilayah yang memiliki populasi tikus tinggi.

"Virus Hanta juga bukan virus baru di Indonesia. Sudah sering diedukasikan sama dinkes-dinkes daerah kok," ujarnya.

Ia menambahkan, Hantavirus umumnya ditemukan di wilayah rural atau area dengan sanitasi kurang baik yang banyak dihuni tikus. Karena itu, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari paparan kotoran tikus.

Selain itu, dr Tirta juga menyoroti munculnya kasus Hantavirus di kapal pesiar yang dinilainya cukup tidak biasa.

"Jujur ini virus biasanya di daerah rural yang banyak tikus-tikusnya. Heran saja bisa sampai ke kapal pesiar," kata dia.

Di akhir pernyataannya, dr Tirta meminta masyarakat tidak ikut heboh berlebihan menyikapi pemberitaan mengenai Hantavirus. Ia menegaskan kunci utama pencegahan tetap berada pada kebersihan diri dan sanitasi lingkungan.

Sebagai informasi, Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan pada kasus berat.

Topik Menarik