Beda Hantavirus Israel dengan Outbreak di Kapal Pesiar MV Hondius, Ini Bahayanya!

Beda Hantavirus Israel dengan Outbreak di Kapal Pesiar MV Hondius, Ini Bahayanya!

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 10:49
share

JAKARTA, iNews.id - Kasus Hantavirus yang terdeteksi di Israel dan wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius sama-sama berasal dari keluarga virus Hantavirus. Tapi, keduanya memiliki perbedaan penting, terutama dari sisi penularan, gejala, hingga tingkat keparahan.

Pasien pertama Hantavirus di Israel diketahui terinfeksi strain Eropa setelah diduga terpapar saat bepergian ke Eropa Timur. Sementara wabah di kapal pesiar MV Hondius dipastikan disebabkan oleh strain Andes, jenis Hantavirus yang jauh lebih berbahaya dan menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  

Di artikel ini akan dijelaskan perbedaan kedua strain Hantavirus tersebut. Simak pembahasannya berikut ini. 

Hantavirus Strain Eropa: Umumnya dari Tikus ke Manusia

Strain Eropa umumnya menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni infeksi yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

Penularannya hampir selalu berasal dari hewan pengerat, terutama melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi atau menyentuh permukaan yang terpapar. Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi pada strain ini.  

Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, sakit perut, hingga gangguan pada fungsi ginjal. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami perdarahan dan gagal ginjal, tetapi angka kematiannya relatif lebih rendah dibanding strain Andes.

WHO mencatat tingkat fatalitas Hantavirus di Eropa dan Asia berkisar kurang dari 1 persen hingga 15 persen, tergantung jenis strain dan kondisi pasien.

Lalu bagaimana dengan strain Hantavirus yang mewabah di kapal pesiar? Simak beritanya sampai selesai. 

Hantavirus Andes: Bisa Menular Antarmanusia

Berbeda dengan strain Eropa, Andes virus yang berasal dari Amerika Selatan—terutama Argentina dan Chile—menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan.

Ini merupakan satu-satunya jenis Hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia, meski hanya melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Inilah yang membuat wabah di MV Hondius menjadi perhatian global. 

WHO menegaskan Andes virus adalah satu-satunya spesies yang diketahui mampu melakukan penularan terbatas antarmanusia.  

Gejala awalnya mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, pusing, menggigil, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Namun kondisi dapat memburuk sangat cepat menjadi pneumonia berat, sesak napas akut, tekanan darah turun drastis, hingga syok.

Dalam kasus di MV Hondius, WHO mencatat pasien mengalami demam, gejala gastrointestinal, lalu berkembang cepat menjadi pneumonia, acute respiratory distress syndrome (ARDS), dan syok. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Mana yang Lebih Parah?

Secara umum, strain Andes jauh lebih berbahaya dibanding strain Eropa.

Selain karena dapat menular antarmanusia, tingkat fatalitasnya juga jauh lebih tinggi. WHO menyebut Hantavirus di kawasan Amerika dapat memiliki angka kematian hingga 50 persen, sedangkan di Eropa dan Asia jauh lebih rendah, yakni kurang dari 1–15 persen.  

Saat ini, wabah di MV Hondius telah mencatat delapan kasus dengan lima di antaranya terkonfirmasi positif hantavirus dan tiga kematian. WHO menilai risiko global masih rendah dan menegaskan situasi ini bukan awal pandemi baru seperti Covid-19.  

Sementara itu, pasien di Israel yang terinfeksi strain Eropa dilaporkan dalam kondisi stabil, tidak memerlukan perawatan intensif, dan masih dalam observasi medis. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua Hantavirus memiliki tingkat ancaman yang sama, dan jenis strain menjadi faktor penentu utama tingkat bahayanya.

Topik Menarik