Serangan Hantavirus di Israel Beda dengan Outbreak di Kapal Pesiar, Lebih Mematikan?
TEL AVIV, iNews.id - Kasus Hantavirus yang baru terdeteksi di Israel ternyata berbeda dengan wabah yang tengah menghebohkan dunia di kapal pesiar MV Hondius. Meski sama-sama disebabkan oleh Hantavirus, jenis virus yang menyerang keduanya tidak sama.
Pasien pertama yang terdiagnosis Hantavirus di Israel diduga terinfeksi saat melakukan perjalanan ke Eropa Timur beberapa bulan lalu. Berdasarkan laporan media lokal Maariv, pasien tersebut terpapar strain Eropa, bukan strain Andes yang saat ini menjadi perhatian global.
Perbedaan strain ini sangat penting karena masing-masing memiliki tingkat risiko penularan yang berbeda. Sebagian besar jenis hantavirus, termasuk strain Eropa, umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Sementara itu, strain Andes yang berasal dari Amerika Selatan dikenal lebih berbahaya karena dalam beberapa kasus langka dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.
Strain Andes inilah yang ditemukan dalam wabah di kapal pesiar MV Hondius. Kapal tersebut membawa sekitar 147 penumpang dan awak dari 23 negara, dan kini menjadi perhatian dunia setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Korban meninggal terdiri atas pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Selain itu, total delapan kasus terkonfirmasi maupun suspek juga dilaporkan terkait pelayaran tersebut, termasuk seorang warga Swiss yang dirawat di Zurich.
Kapal MV Hondius berangkat dari Ushuaia, Argentina selatan, pada 1 April dan melintasi Antartika serta sejumlah pulau terpencil di Atlantik Selatan. Setelah beberapa kasus gangguan pernapasan berat muncul di atas kapal, kapal akhirnya berlabuh di lepas pantai Praia, Tanjung Verde.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa risiko penularan hantavirus kepada masyarakat umum masih rendah. WHO juga menyebut belum ada bukti bahwa virus ini menyebar melalui kontak sehari-hari biasa.
Sementara pasien di Israel dilaporkan dalam kondisi stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif. Meski demikian, kasus ini tetap dipantau ketat oleh otoritas kesehatan setempat karena hantavirus tergolong penyakit langka namun berpotensi serius.










