Peringati Hardiknas, KNPS Bangkitkan Semangat Belajar Siswa SRMA 10 Jaksel

Peringati Hardiknas, KNPS Bangkitkan Semangat Belajar Siswa SRMA 10 Jaksel

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 20:02
share

JAKARTA, iNews.id – Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia menggelar kegiatan sharing session memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong semangat belajar siswa, khususnya yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu.

Mengusung tema 'Mimpi Tanpa Batas: Nyalakan Api Belajar di Sekolah Rakyat', acara tersebut diikuti puluhan siswa yang tampak antusias sejak awal kegiatan. Suasana berlangsung interaktif dengan kombinasi penyampaian materi, dialog, hingga sesi tanya jawab yang melibatkan langsung para peserta.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani hadir sebagai pemateri utama memberikan motivasi sekaligus pandangan mengenai pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan. Kehadiran unsur legislatif ini sekaligus menunjukkan adanya perhatian terhadap pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan.

Ketua Umum KNPS Indonesia David Hamka mengatakan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni peringatan Hardiknas, tetapi juga sebagai intervensi sosial berbasis edukasi yang berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan motivasional memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Setiap anak memiliki peluang yang sama selama mereka memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang,” ujar David Hamka dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

David menjelaskan Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses pendidikan bagi siswa yang sebelumnya berisiko putus sekolah. Dalam konteks tersebut, kegiatan seperti sharing session dinilai mampu memperkuat aspek non-akademik, terutama kepercayaan diri dan motivasi.

Lebih jauh, dia menekankan bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari isu pembangunan manusia secara luas, termasuk kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, KNPS melihat pendidikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menekan berbagai persoalan sosial.

“Pendidikan yang baik akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup, termasuk kesadaran terhadap kesehatan. Ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam mencegah stunting di masa mendatang,” tutur dia.

Sementara itu, Rany Mauliani menyoroti pentingnya membangun kepercayaan diri siswa sejak dini, terutama bagi mereka yang berasal dari lingkungan dengan keterbatasan ekonomi. Dia menilai stigma sosial kerap menjadi hambatan psikologis yang tidak kalah besar dibanding keterbatasan materi.

“Jangan pernah merasa minder karena berasal dari Sekolah Rakyat. Masa depan tidak ditentukan oleh dari mana kita berasal, tetapi oleh seberapa besar usaha yang kita lakukan,” kata Rany.

Rany menambahkan siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi yang sama untuk berkembang jika didukung oleh lingkungan yang tepat. Ia juga mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan inspirasi secara langsung dari tokoh publik.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan inklusif harus terus diperkuat melalui kebijakan yang konkret dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Hardiknas, tetapi juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemangku kebijakan dalam memperluas akses pendidikan. Upaya seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Topik Menarik