Tak Hanya Soal Kemudahan Transaksi, OVO Ajak Mahasiswa UNSOED Bangun Kebiasaan Finansial Sehat
IDXChannel - Gaya hidup mahasiswa di era serba digital saat ini semakin lekat dengan penggunaan layanan transaksi digital.
Mulai dari membayar makan, transportasi, hingga memenuhi kebutuhan harian, semua bisa dilakukan hanya melalui ponsel.
Namun ternyata di balik kemudahan itu, ada hal penting yang tak boleh diabaikan, yaitu literasi keuangan.
Hal ini yang ditekankan melalui program MoneyFestasi berkolaborasi dengan Fintech Academy by OVO (PT Visionet Internasional) di acara iNEWS Media Group Campus Connect yang dilaksanakan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto pada Rabu (6/5/2026).
Head of Payment & Digibank OVO, Burhan Kurniawan, menjelaskan soal edukasi finansial yang menjadi kunci agar generasi muda mampu mengelola keuangan dengan bijak.
Menurutnya, di era serba cepat seperti sekarang ini, jangan sampai membuat generasi muda menjadi kurang sadar terhadap pengeluaran mereka.
“Fintech itu memudahkan, tapi tetap harus diimbangi dengan pemahaman. Jangan sampai karena semuanya serba cepat, kita jadi tidak sadar pengeluaran,” ujarnya.
Burhan mencontohkan layanan keuangan digital yang berkembang pesat belakangan ini dan
semakin dekat dengan keseharian mahasiswa, mulai dari transaksi pembayaran menggunakan
QRIS hingga penggunaan e-wallet untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Bahkan kini layanan digital tak hanya digunakan untuk pembayaran, tetapi juga dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, seperti menabung.
Salah satunya melalui OVO Nabung by Superbank, berupa rek-wallet (rekening e-wallet) yang menggabungkan kenyamanan e-wallet dengan manfaat tabungan digital, termasuk bunga hingga 5 persen per tahun langsung melalui aplikasi OVO.
Melalui fitur ini, pengguna dapat lebih
mudah menyisihkan uang sejak awal sekaligus tetap fleksibel digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, OVO terus mendorong mahasiswa untuk mulai memahami konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi. Di antaranya mengatur anggaran, mengontrol pengeluaran,
hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Burhan juga menyoroti pentingnya
perencanaan dalam penggunaan e-wallet. Termasuk kebiasaan top up yang sering dilakukan tanpa perhitungan.
“Lebih baik direncanakan. Misalnya top up untuk kebutuhan beberapa hari ke depan, jadi lebih terkontrol,” katanya.
Ia menilai, literasi keuangan seperti ini justru sering tidak didapatkan di bangku kuliah, padahal dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari.
Adapun program MoneyFestasi x Fintech Academy by OVO sendiri dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi mahasiswa untuk
memahami penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Tak hanya soal kemudahan transaksi, sesi ini juga membahas pentingnya keamanan digital, seperti tidak membagikan OTP dan PIN kepada siapapun, serta selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.
OVO berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna aktif fintech, tetapi juga memiliki kesadaran finansial yang kuat. Karena di era digital, kemampuan mengelola uang bukan lagi sekedar kebutuhan, tetapi juga keterampilan penting untuk masa depan.
(kunthi fahmar sandy)










