Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengklaim korporasi berhasil melakukan efisiensi anggaran dari impor pikap 4x4 dan truk hingga Rp46,5 triliun. Penghematan anggaran ini dianggap efisiensi ekstrem.
Joao menekankan efisiensi untuk kepentingan operasional logisitk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan anggaran dalam menggarap proyek koperasi, termasuk pengadaan kendaraan operasional.
Adapun Agrinas menjadi BUMN yang menggarap gerai-gerai koperasi. Sehingga, katanya, sebisa mungkin setiap pengadaan mempertimbangkan harga melalui skema impor.
"(Pengadaan impor kendaraan) untuk menunjukkan bahwa kami bisa melakukan itu tanpa perlu pemberosan yang ekstrem, selama ini yang kami lihat yang benar-benar harus kami ubah (pengelolaan anggaran) di zaman Prabowo-Gibran," ujar Joao di kantor Agrinas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan catatan Agrinas, kata dia, produk kendaraan yang dihitung berdasarkan pilihan di e-katalog senilai Rp121,25 triliun. Jumlah itu berdasarkan target pembelian sementara yang diprospek sampai level teken kontrak.
Sedangkan, Rancangan Anggaran Belanja (RAB) Agrinas hanya sebesar Rp95,77 triliun.
Dari jumlah ratusan miliar harga di e-katalog, Agrinas meneken kontrak dengan produsen India untuk sebagian unit sebesar Rp74,7 triliun. Sehingga, didapati efisiensi anggaran Rp46,5 triliun dari selisih e-katalog dan kontrak.
"Anda bisa melihat bahwa saya melakukan efisiensi Rp46,5 triliun, silakan Anda hitung dengan satuan mobil-mobil itu," katanya.
Joao mengonfirmasi anggaran pengadaan impor kendaraan untuk kepentingan operasional Kopdes Merah Putih berdasarkan anggaran yang dikucurkan bank Himbara senilai Rp200 triliun. Sejauh ini, sudah dialokasikan Rp90 triliun untuk pembangunan sarana-prasarana Kopdes Merah Putih termasuk pengadaan kendaraan yang dilakukan secara impor ini.
Adapun Agrinas menyepakati kontrak pengadaan total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok oleh Mahindra & Mahindra, dan 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.










