BIKE Siapkan Capex Rp5,6 Triliun Bidik Bisnis Data Center hingga Kawasan Industri

BIKE Siapkan Capex Rp5,6 Triliun Bidik Bisnis Data Center hingga Kawasan Industri

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 8 November 2026 - 11:50
share

IDXChannel - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) berencana memperluas kegiatan usaha ke sejumlah sektor baru, mulai dari pembangkit listrik, pusat data (data center), kawasan industri, hingga pariwisata. 

Untuk mendukung ekspansi tersebut, perseroan menyiapkan estimasi kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) awal mencapai Rp5,6 triliun.

Dalam prospektus Jumat (5/11/2026), rencana ekspansi ini akan dilakukan melalui penambahan tujuh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang mencakup sektor energi dan ketenagalistrikan, perdagangan elektronik (e-commerce), infrastruktur komputasi dan pusat data, kawasan industri, fasilitas lapangan, serta aktivitas perusahaan induk.

Di sektor energi dan ketenagalistrikan, BIKE membidik peluang pendapatan berbasis proyek berskala besar melalui peran sebagai kontraktor utama Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Salah satu proyek rintisan yang disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bali berkapasitas 200 megawatt (MW), dengan estimasi kebutuhan investasi Rp3 triliun.

Selanjutnya, perseroan merambah bisnis pusat data melalui rencana pengembangan Data Center Pulomas dengan kapasitas IT Power 10 MW dan standar keandalan Tier III dengan kebutuhan capex sebesar Rp1,11 triliun.

BIKE juga merencanakan pengembangan Kawasan Industri Hijau Indramayu seluas 1.300 hektare. Kawasan tersebut akan mengintegrasikan zona industri manufaktur dengan infrastruktur energi mandiri berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 MW dan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 613 megawatt hour (MWh) dengan pendanaan Rp1,31 triliun.

Di sektor pariwisata, BIKE membidik peluang pengembangan sport tourism internasional melalui rencana pembangunan Mandalika International Golf Course di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Lapangan golf seluas 127,3 hektare yang akan terintegrasi dengan properti resor komersial premium tersebut diperkirakan membutuhkan modal awal Rp187,28 miliar.

Selain empat proyek tersebut, perseroan berencana menambahkan KBLI aktivitas perusahaan induk dan pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet. Kedua kegiatan usaha ini ditujukan untuk mendukung pengendalian investasi grup, sentralisasi alokasi modal kerja, perencanaan strategis, mitigasi risiko portofolio, serta integrasi platform perdagangan digital.

Dari sisi pendanaan, BIKE merancang skema bauran pembiayaan dengan komposisi 20 persen berasal dari setoran modal ekuitas internal perseroan dan 80 persen dari fasilitas pendanaan atau pinjaman investasi jangka panjang perbankan maupun investor institusional.

Dengan total estimasi kebutuhan investasi awal sekitar Rp5,61 triliun, skema tersebut mengindikasikan porsi pendanaan eksternal yang cukup besar untuk merealisasikan portofolio proyek baru.

Manajemen meyakini, penambahan kegiatan usaha tersebut dapat memperkuat keberlanjutan bisnis perseroan, meningkatkan daya saing di pasar modal, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Meski demikian, ekspansi tersebut juga membawa sejumlah konsekuensi keuangan. Dampak positif terhadap kinerja keuangan diperkirakan muncul secara bertahap seiring realisasi investasi dan berpotensi meningkatkan nilai aset konsolidasi dalam jangka panjang.

Namun, dalam jangka pendek hingga menengah, perseroan berpotensi menghadapi peningkatan liabilitas, risiko likuiditas, serta kenaikan beban keuangan secara signifikan akibat penggunaan fasilitas pinjaman untuk mendanai proyek-proyek tersebut.

Rencana penambahan tujuh KBLI baru beserta mata acara lainnya akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Desember 2026.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik