Ekonomi AS Kuartal III Tumbuh 3,4 Persen, Inflasi Menguat Bayangi Suku Bunga

Ekonomi AS Kuartal III Tumbuh 3,4 Persen, Inflasi Menguat Bayangi Suku Bunga

Terkini | idxchannel | Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:00
share

IDXChannel - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 3,4 persen secara tahunan atau annualized pada kuartal III-2026

Capaian itu meningkat dibandingkan ekonomi kuartal II yang tumbuh 2,2 persen dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen.

Melansir Investing, Kamis (29/10/2026) pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam di tengah kenaikan harga energi dan kebijakan tarif perdagangan yang agresif.

Pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh belanja konsumen yang tetap kuat serta pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terus berkembang.

Di sisi lain, tekanan inflasi masih menjadi tantangan bagi bank sentral AS. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE), indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, meningkat 0,5 persen secara bulanan pada September, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,3 persen pada Agustus. Meski demikian, angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.

Kenaikan harga energi menjadi salah satu pendorong utama inflasi. Harga bensin dan produk energi lainnya melonjak 9,2 persen pada September, sebagian mencerminkan dampak perang yang masih berlangsung antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Secara tahunan, inflasi PCE meningkat menjadi 3,6 persen pada September, dari 3,4 persen pada Agustus. Angka tersebut juga sesuai dengan perkiraan pasar.

Sementara itu, inflasi inti PCE, yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi yang bergejolak, naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,1 persen secara tahunan. The Fed memberikan perhatian khusus pada indikator ini untuk menilai tekanan inflasi yang mendasari perekonomian.

Pasar Cermati Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan inflasi yang masih tinggi membuat prospek kebijakan moneter The Fed kembali menjadi perhatian investor.

Pada pertemuan Oktober yang berakhir Rabu (28/10/2026), The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, pelaku pasar memperkirakan bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga setelah pertemuan terakhir tahun ini pada 8-9 Desember.

Secara teori, kenaikan suku bunga dapat membantu meredam inflasi dan mencegah perekonomian tumbuh terlalu panas. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan penilaian bahwa ekonomi AS sedang mengalami kondisi terlalu panas bukanlah pandangan mayoritas koleganya di bank sentral.

Chris Osmond, Chief Investment Officer Fifth Third Wealth Advisors, menilai data terbaru menunjukkan tantangan yang masih dihadapi pembuat kebijakan.

“Laporan hari ini menunjukkan ekonomi yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan, tetapi masih menghasilkan inflasi yang terlalu tinggi bagi The Fed,” ujar Osmond.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik