Jadi Mitra Utama, Mendag Ajak Dunia Usaha AS Perkuat Kerja Sama dengan RI
IDXChannel - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak dunia usaha Amerika Serikat (AS) untuk terus memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Mendag menyambut baik berbagai upaya United States-ASEAN Business Council (US-ABC) untuk menjembatani komunikasi antara dunia usaha kedua negara.
Menurutnya, peningkatan kolaborasi dengan AS menjadi penting, terutama karena AS merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Mendag saat bertemu dengan Presiden sekaligus CEO US-ABC, Duta Besar Brian D. McFeeters, pada Rabu, (28/10/2026) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Pertemuan ini menjadi kesempatan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan AS yang merupakan negara penyumbang surplus neraca perdagangan Indonesia.
Legenda Sepak Bola Malaysia Frustrasi: Anggap Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia seperti Kalah!
“AS merupakan mitra utama Indonesia dalam perdagangan dan investasi, dan pertemuan ini menjadi momentum untuk makin menggiatkan hubungan tersebut. Indonesia menyambut baik berbagai upaya peningkatan perdagangan dunia usaha kedua negara. Kami mengajak AS untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia,” kata Mendag dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).
Pada pertemuan ini, US-ABC membawa perwakilan berbagai berbagai sektor AS. Beberapa di antaranya meliputi perusahaan teknologi informasi dan komunikasi, jasa konsultasi bisnis, hingga industri penerbangan dan kedirgantaraan. Para perwakilan AS memberikan pertanyaan dan masukan terkait perdagangan kedua negara hingga membahas peluang kolaborasi lebih lanjut. Turut dibahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan peningkatan kerja sama untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.
Di sisi lain, Dubes McFeeters menyampaikan dukungan US-ABC terhadap Indonesia dan siap bekerja sama untuk mendorong tercapainya target ekonomi Indonesia. Ia turut menyampaikan, US-ABC siap memberikan rekomendasi bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekonomi nasional.
Lini Depan Timnas Indonesia Tampil Melempem saat Lawan Malaysia, Begini Komentar John Herdman
“Kami memiliki minat yang besar terhadap Indonesia dan ingin turut berkontribusi terhadap keberhasilan pencapaian tujuan ekonomi serta pertumbuhan Indonesia. Meski ketidakpastian global belum akan berakhir dalam waktu dekat, kami berupaya untuk menghadirkan kesinambungan dan membangun kemitraan yang lebih dapat diandalkan dengan Indonesia,” ujar Dubes McFeeters.
AS merupakan negara penyumbang surplus terbesar bagi neraca perdagangan Indonesia. Pada Januari–Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dengan AS tercatat sebesar USD32,34 miliar. Ekspor Indonesia ke AS sebesar USD22,40 miliar, sedangkan impor Indonesia dari AS sebesar USD9,94 miliar. Indonesia surplus USD12,47 miliar terhadap AS.
Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dan AS tercatat USD43,87 miliar dengan tren pertumbuhan 3,11 persen dalam lima tahun terakhir (2021–2025). Ekspor Indonesia ke AS sebesar USD30,95 miliar dan impor Indonesia dari AS sebesar USD12,92 miliar. Indonesia surplus USD18,02 miliar terhadap AS.
Produk ekspor utama Indonesia ke AS, yakni mesin/peralatan listrik; barang-barang rajutan; alas kaki; pakaian jadi bukan rajutan; serta lemak dan minyak hewan/nabati. Kemudian, untuk produk yang diimpor Indonesia dari AS, yakni mesin/pesawat mekanik; biji-bijian berminyak; mesin/peralatan listrik; ampas/sisa industri makanan; serta bahan bakar mineral.
(NIA DEVIYANA)









