Investor Ini Borong 5 Persen Saham TRUK, Siapa?

Investor Ini Borong 5 Persen Saham TRUK, Siapa?

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:10
share

IDXChannel – JPMorgan Chase Bank NA Singapore Branch tercatat memiliki 21,75 juta saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), setara dengan 5 persen dari total saham perseroan. Kepemilikan tersebut memiliki estimasi nilai Rp131,04 miliar berdasarkan harga penutupan terakhir saham TRUK di level Rp6.025 per saham.

Kepemilikan tersebut tercatat di tengah penghentian sementara perdagangan saham TRUK oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/10/2026). Meski demikian, nilai Rp131,04 miliar merupakan estimasi berdasarkan harga pasar, bukan konfirmasi nilai transaksi aktual yang dilakukan oleh JPMorgan Chase Bank NA Singapore Branch.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), JPMorgan Chase Bank NA Singapore Branch tercatat menggenggam 21,75 juta saham TRUK. Namun, data kepemilikan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa investor tersebut baru melakukan pembelian saham dalam periode terakhir.

Di sisi lain, pergerakan saham TRUK mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada September 2026, saham perseroan sempat diperdagangkan di level Rp1.715 per saham. Memasuki Oktober, harga saham TRUK menguat tajam hingga mencapai Rp6.025 per saham pada penutupan perdagangan 21 Oktober 2026.

Dalam tiga bulan terakhir, saham TRUK tercatat naik hingga 1.341 persen. Kenaikan tersebut berlangsung di tengah perubahan komposisi pemegang saham dan dinamika perdagangan saham perseroan.

Perubahan struktur kepemilikan saham TRUK turut melibatkan Gabriel Rey melalui PT Pukul Rata Kanan dan Andry Hakim melalui PT Hakimson Growth Capital. Meski demikian, PT Pukul Rata Kanan dan PT Hakimson Growth Capital merupakan dua entitas yang tidak terafiliasi.

Selain perubahan kepemilikan saham, TRUK juga tengah menjalankan aksi korporasi berupa penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO). PT Pukul Rata Kanan berencana membeli hingga 65,25 juta saham tambahan TRUK dengan harga penawaran Rp740 per saham. Dengan jumlah saham yang ditawarkan tersebut, nilai maksimal VTO diperkirakan mencapai Rp48,3 miliar. 

Berdasarkan jadwal yang diumumkan, periode penawaran diperkirakan berlangsung pada 6 November hingga 7 Desember 2026, setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan demikian, investor perlu mencermati perkembangan suspensi perdagangan saham TRUK, perubahan struktur kepemilikan saham, serta realisasi rencana penawaran tender sukarela melalui keterbukaan informasi perseroan dan perkembangan aksi korporasi perseroan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik