Cimory (CMRY) Pacu Diversifikasi Produk Susu, Perkuat Pasokan dari Peternak Lokal
IDXChannel - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory siap memacu pengembangan inovasi produk turunan susu, termasuk es krim dan keju. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas diversifikasi produk sekaligus meningkatkan nilai tambah industri pengolahan susu nasional.
Direktur Manufacturing PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Pamungkas Bayu Triprasetyo mengatakan, inovasi merupakan bagian penting dari strategi pengembangan bisnis perusahaan. Cimory akan mengkaji peluang pengembangan berbagai produk turunan susu yang berpotensi diterima pasar domestik.
“Cimory telah melakukan banyak inovasi dan tentunya tantangan untuk mengembangkan produk baru akan kami jalankan. Kami tidak akan bergerak hanya pada produk susu cair, tetapi juga akan meninjau berbagai produk turunan susu lainnya yang berpotensi dikembangkan di Indonesia,” ujar Pamungkas dalam keterangan resmi dikutip Minggu (25/10/2026).
Selain diversifikasi produk, Cimory juga berupaya meningkatkan penggunaan bahan baku susu segar dari peternak lokal. Saat ini, sekitar 20–30 persen kebutuhan bahan baku susu perusahaan dipenuhi dari produksi dalam negeri yang dipasok peternak di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pamungkas menjelaskan, keterbatasan pasokan susu segar nasional membuat perusahaan masih mengandalkan susu bubuk impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan produksinya. Adapun kebutuhan susu segar Cimory mencapai sekitar 1.000 ton per bulan.
“Kami menyerap sekitar 20–30 persen dari total kebutuhan susu. Penyerapan ini sudah cukup maksimal karena pasokan susu segar di Indonesia masih sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan lainnya, kami masih menggunakan susu bubuk impor,” katanya.
Dorongan pengembangan industri pengolahan susu juga sejalan dengan kinerja positif industri makanan dan minuman nasional. Kementerian Perindustrian mencatat subsektor tersebut tumbuh 6,77 persen pada semester I-2026 dan berkontribusi 41,86 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.
Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman mencatat realisasi Rp47,74 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp19,46 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp28,28 triliun.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong Cimory mengembangkan lebih banyak produk turunan susu, seperti es krim dan keju khas Indonesia. Menurut dia, diversifikasi produk, peningkatan penggunaan bahan baku lokal, dan optimalisasi kapasitas produksi penting untuk memperkuat daya saing industri pengolahan susu nasional.
(Rahmat Fiansyah)










