PTBA Kaji Opsi Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar
IDXChannel - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) tengah mengkaji sejumlah langkah strategis untuk menjaga nilai perusahaan di tengah dinamika pasar saham domestik dan global. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembelian kembali saham (share buyback).
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno mengatakan, kajian tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen perseroan dalam menjaga stabilitas nilai perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
"Kami memahami pentingnya merespons dinamika pasar secara bijak. Saat ini, manajemen PTBA tengah melakukan kajian mendalam atas berbagai opsi strategis, termasuk potensi buyback saham, untuk memastikan setiap keputusan yang diambil senantiasa berlandaskan pada prinsip kehati-hatian yang terukur, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta kerangka regulasi yang berlaku," ujar Eko dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).
Dia menambahkan, setiap opsi strategis akan dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi makroekonomi, tren industri energi, serta dinamika pasar modal. Perseroan juga akan mempertimbangkan aspek likuiditas, kebutuhan modal kerja, dan rencana pengembangan bisnis jangka panjang sebelum mengambil keputusan.
Kajian tersebut didukung oleh kinerja keuangan PTBA yang membaik pada semester I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun, tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih melonjak 218 persen secara tahunan menjadi Rp2,65 triliun.
Kinerja tersebut ditopang oleh pemulihan operasional pada kuartal II-2026, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara. Dari sisi operasional, PTBA mencatatkan produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dengan volume penjualan mencapai 21,10 juta ton sepanjang semester I-2026. Penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik mencapai 10,77 juta ton atau sekitar 51 persen dari total penjualan perseroan. PTBA menegaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri tetap menjadi prioritas untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Eko menegaskan, fokus perseroan tetap pada penguatan kinerja operasional, efisiensi biaya, serta keberlanjutan transformasi bisnis. Apabila hasil kajian berujung pada keputusan untuk melaksanakan buyback saham atau aksi korporasi strategis lainnya, PTBA akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
(Rahmat Fiansyah)









