Pembangunan Kapal Baru Meningkat, Kemenperin Dorong Daya Saing Industri Galangan
IDXChannel—Kementerian Perindustrian mendorong peningkatan daya saing industri perkapalan nasional agar mampu memanfaatkan peluang pertumbuhan sektor maritim dan memenuhi kebutuhan kapal di dalam negeri.
Kemenperin mencatat kinerja pembangunan kapal baru nasional menunjukkan perkembangan yang berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, pembangunan kapal baru tercatat sebesar 163.870 deadweight tonnage (DWT), kemudian meningkat menjadi 461.290 DWT pada 2022 dan 940.210 DWT pada 2023.
Setelah mengalami penurunan menjadi 187.710 DWT pada 2024, realisasi pembangunan kapal baru kembali meningkat secara signifikan menjadi 660.110 DWT pada 2025 atau tumbuh sekitar 251,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menunjukkan adanya peluang penguatan kapasitas produksi kapal baru di dalam negeri. Di sisi lain, aktivitas reparasi kapal juga menunjukkan perkembangan positif, dari 11,08 juta DWT menjadi 11,57 juta DWT.
Adu Ranking FIFA Timnas Indonesia vs Bangladesh Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, bak Bumi dan Langit!
Besarnya kebutuhan transportasi laut menjadi dasar peningkatan produksi kapal baru pada industri galangan kapal Indonesia. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan galangan kapal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat peran industri dalam mendukung transportasi laut dan distribusi logistik nasional.
“Potensi galangan kapal kita sebenarnya luar biasa, baik untuk memproduksi maupun reparasi kapal. Kebutuhan terhadap transportasi kapal sangat besar, baik kapal penumpang maupun kapal pengangkut barang,” ujar Menperin Sarmuji dalam keterangan resminya (20/10/2026).
Selain pembangunan kapal baru, kegiatan reparasi dan pemeliharaan kapal juga memiliki peran penting dalam perkembangan industri ini. Layanan tersebut diperlukan untuk menjaga
kelayakan operasional kapal sekaligus memberikan peluang usaha bagi perusahaan galangan kapal dalam negeri.
Pengukuhan industri galangan kapal membantu menunjang kebutuhan masyarakat dan kegiatan perdagangan antardaerah.
2 Juta Hektare Lahan Disiapkan! Pemerintah Genjot Produksi Etanol dari Tebu, Jagung dan Singkong
Meski demikian, industri perkapalan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, tercermin dari nilai perdagangan kapal sepanjang 2022 hingga Juni 2026, dengan ekspor mencapai USD4,53 miliar, sementara impor sebesar USD5,30 miliar.
Tantangan ini disebabkan antara lain oleh persaingan dengan produsen luar negeri, kebutuhan penguasaan teknologi, dan peningkatan efisiensi produksi.
Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sumber daya manusia, penerapan teknologi modern, serta peningkatan kualitas produk dan layanan. Penguatan industri galangan kapal juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lainnya.
Peningkatan aktivitas pembangunan kapal dapat mendorong permintaan terhadap baja, komponen kapal, dan berbagai produk industri pendukung.
Melalui berbagai upaya penguatan tersebut, pemerintah berharap industri galangan kapal Indonesia mampu meningkatkan produktivitas dan daya saingnya. Dengan memanfaatkan potensi maritim yang dimiliki, industri perkapalan nasional diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memperluas peluang di pasar internasional.
(Birru Aisyah)










